Kamis, 27 September 2012
Positive Attitude kunci meraih sukses
Ada seorang ayah yang menjelang ajalnya, dihadapan sang istri berpesan 2 hal pada dua anak laki-lakinya. Pertama; jangan pernah menagih hutang pada orang yang berhutang kepadamu. Kedua; jika pergi dan pulang dari toko jangan sampai wajahmu terkena sinar matahari.
Waktu terus berjalan. Dan kenyataan terjadi, bahwa si anak sulung menjadi semakin miskin, sedangkan si anak bungsu semakin bertambah kaya.
Pada suatu hari sang ibu menanyakan hal itu pada kedua anaknya.
Jawab anak sulung, "Ini karena aku mengikuti pesan ayah. Ayah berpesan untuk tidak menagih pada orang yang berhutang padaku, akibatnya modalku susut karena mereka tidak mau membayar sementara aku tidak boleh menagih."
"Ayah juga berpesan kalau aku pergi atau pulang dari toko, jangan sampai wajahku kena sinar matahari. Akibatnya aku harus naik becak atau andong, padahal sebetulnya aku bisa berjalan kaki saja. Tapi karena pesan ayah itu, pengeluaranku bertambah banyak."
Kepada anak bungsu yang semakin kaya, sang ibu pun menanyakan hal yang sama.
Jawab anak bungsu, "Ini semua karena aku mentaati pesan ayah. Karena ayah melarang untuk menagih hutang pada orang yang berhutang, maka aku tidak pernah menghutangkan. Sehingga modalku tidak susut."
"Ayah juga berpesan untuk menghindari sinar matahari saat pergi atau pulang dari toko, maka aku pergi ke toko sebelum matahari terbit, dan pulang ketika matahari sudah terbenam. Karena itu tokoku buka sebelum toko yang lain buka, dan tutup jauh sesudah toko yang lain tutup."
"Akibat kebiasaan itu orang menjadi tahu, dan tokoku laris karena jam kerjanya lebih lama dari yang lain."
---
See...ternyata kalimat yang sama bisa ditanggapi secara berbeda, dan membawa dampak yang berbeda juga. Jika kita melihat dengan positive attitude maka segala kesulitan sebenarnya adalah proses menuju kesuksesan.
Berusahalah melakukan hal biasa dengan cara yang luar biasa !
Rabu, 19 September 2012
Bosan di Kantor ? Ini Trik Mengatasinya
Siapapun bisa merasa bosan dikantor. Jangan remehkan perasaan ini karena bisa mengganggu produktifitas dan kenyamanan kerja. Banyak faktor yang bisa memicu timbulnya rasa bosan. Yuk kita kupas...
Introspeksi Diri
Pada dasarnya, ada tiga jenis tipe pekerja. Pertama, orang yang melakukan pekerjaan hanya karena tugas. Dalam pemikirannya, jika bekerja tentu akan mendapat gaji. Hanya sebatas itu.
Tipe kedua, pekerja yang giat demi karier. Dia akan bekerja sekuat tenaga untuk mendapatkan promosi atau jabatan tertentu. Apapun halangannya akan dihadapi dengan semangat.
Tipe ketiga, orang yang bekerja karena panggilan hati. Biasanya orang seperti ini cenderung tidak memprioritaskan penghasilan atau karier, karena pekerjaan itu sendiri sudah bisa memberinya banyak kepuasan. --ini MD banget..--
Ketiga tipe diatas dapat mempengaruhi semangat di tempat kerja. Orang tipe pertama cenderung kehilangan mood jika tidak mendapat kenaikan gaji atau bonus. Rasa bosan mudah muncul. Apabila ada tawaran pekerjaan dengan iming-iming gaji lebih besar, tanpa berpikir dua kali dia akan hengkang.
Orang tipe kedua berbeda lagi, semangatnya akan menurun jika dia tidak mendapat kesempatan promosi. Untuk orang-orang seperti ini, karier adalah segalanya; simbol eksistensi dan prestis.
Kalau si tipe ketiga jarang merasa bosan karena dia begitu mencintai pekerjaan. Tapi dari ketiga tipe itu, rasa bosan bisa saja menyerang saat orang yang bersangkutan kelelahan, baik secara fisik maupun psikis.
Tips Mengusir Bosan
Bosan adalah suatu keadaan saat pikiran kita menginginkan sebuah perubahan, sesuatu yang baru, dan berhentinya rutinitas yang sama dari waktu ke waktu. Apalagi jika yang dihadapi sehari-hari adalah hal-hal rutin dan monoton.
Meskipun rasa bosan adalah sesuatu yang wajar dan manusiawi, tapi apabila tidak segera disikapi dengan bijak bisa fatal akibatnya. Kebosanan yang terjadi di kantor akan menurunkan produktifitas dan kinerja karyawan. Berikut ini beberapa tips mengatasinya.
*Bosan terhadap tugas dan tanggung jawab:
- gali tugas-tugas lebih dalam lagi. Mungkin ada hal-hal yang belum anda perhatikan.
- buatlah variasi pada pekerjaan anda. Misalnya anda seorang penulis, minta ijin pa
da atasan untuk menulis sesuatu hal yang berbeda dari yang biasa ditulis.
- buat pekerjaan menjadi lebih menarik. Misalnya anda seorang pegawai administrasi, buatlah susunan dokumen yang tidak membosankan dan memikat mata dengan menambahkan pembatas kertas berwarna terang.
- apabila rasa bosan tetap tidak teratasi, ajukan cuti pendek. Sewaktu cuti, coba lakukan kegiatan yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan. Manfaatkan saat istirahat ini semaksimal mungkin.
Jika sudah melakukan usaha-usaha di atas namun bosan tak juga hilang, mungkin saatnya anda memikirkan apakah pekerjaan itu cocok untuk anda. Jika memang tidak cocok, beranikan diri untuk beralih dan mencoba mencari pekerjaan baru yang lebih sesuai.
*Bosan karena lingkungan tempat kerja
- tata kembali meja atau ruang kerja. Beri sentuhan berbeda dari sebelumnya, misalnya mengubah posisi meja kerja atau mengganti hiasan di ruangan.
- ganti tempat makan siang anda. Sesekali pergilah ke tempat makan siang yang berbeda, dengan teman yang berbeda pula.
- coba untuk memperluas relasi sosial dengan mencari kenalan baru di luar divisi atau di luar kantor. Jika memungkinkan anda bisa juga meminta untuk pindah cabang (lokasi kantor yang berbeda).
Tetap Semangat
Sebelum rasa bosan menguasai pikiran, kita harus bertindak. Salah satunya dengan mencoba memandang pekerjaan dari sisi lain. Jangan-jangan sebenarnya banyak sisi menarik yang belum digali? Dengan mengubah cara pandang, kita bisa mendapat hal-hal baru yang kemudian akan mengusir kejenuhan.
Atau, kita coba 'jurus lain'...yang seperti ini misalnya;
* ingat tujuan. Pikirkan apa jadinya jika rasa bosan dibiarkan hidup; produktifitas terganggu dan posisi terancam. Jika sampai kehilangan pekerjaan orang-orang terkasih di dekat anda tentu akan terkena imbasnya.
* bersyukur. Syukuri pekerjaan anda sekarang, syukuri semua yang dimiliki, maka hatipun jadi tenang.
* pelihara rasa senang. Apapun pekerjaannya jika dilakukan dengan senang hati pasti akan terasa ringan.
* pelihara ambisi. Dalam bekerja, tentukan ambisi anda. Perjelas target dan buatlah dalam step-step kecil, misalnya target hari ini, minggu ini, dan bulan ini. Tuliskan hal ini di tempat yang mudah terlihat, sebagai pengingat.
* bina hubungan baik. Dalam bekerja tentu anda tidak sendirian. Binalah hubungan baik dengan atasan, rekan sejawat, dan bawahan. Suasana yang menyenangkan di kantor akan menimbulkan rasa kangen untuk bekerja. Anda jadi tidak merasa bosan untuk hadir di kantor.
* lakukan rutinitas pagi. Ini penting. Rasa bosan yang menyerang di kantor, bisa jadi dipicu oleh kebiasaan pagi yang kurang nyaman. Coba deh diperbaiki, misalnya bangun lebih pagi agar bisa menghirup udara segar, sempatkan berolah raga ringan, dan jangan lupa sarapan secukupnya. Hindari berangkat kantor dengan terburu-buru, biar tidak bete di jalan...
---
Thats all --banyak banget sih Mbak Fitri :)--
Semoga yang banyak diatas ada manfaatnya ya...jadi yang bete, yang manyun, yang uring-uringan, janji ya besok sudah setor senyum manis ke aku..:))
---
Special thanks to Mbak Fitri Hariyadiningsih.
Introspeksi Diri
Pada dasarnya, ada tiga jenis tipe pekerja. Pertama, orang yang melakukan pekerjaan hanya karena tugas. Dalam pemikirannya, jika bekerja tentu akan mendapat gaji. Hanya sebatas itu.
Tipe kedua, pekerja yang giat demi karier. Dia akan bekerja sekuat tenaga untuk mendapatkan promosi atau jabatan tertentu. Apapun halangannya akan dihadapi dengan semangat.
Tipe ketiga, orang yang bekerja karena panggilan hati. Biasanya orang seperti ini cenderung tidak memprioritaskan penghasilan atau karier, karena pekerjaan itu sendiri sudah bisa memberinya banyak kepuasan. --ini MD banget..--
Ketiga tipe diatas dapat mempengaruhi semangat di tempat kerja. Orang tipe pertama cenderung kehilangan mood jika tidak mendapat kenaikan gaji atau bonus. Rasa bosan mudah muncul. Apabila ada tawaran pekerjaan dengan iming-iming gaji lebih besar, tanpa berpikir dua kali dia akan hengkang.
Orang tipe kedua berbeda lagi, semangatnya akan menurun jika dia tidak mendapat kesempatan promosi. Untuk orang-orang seperti ini, karier adalah segalanya; simbol eksistensi dan prestis.
Kalau si tipe ketiga jarang merasa bosan karena dia begitu mencintai pekerjaan. Tapi dari ketiga tipe itu, rasa bosan bisa saja menyerang saat orang yang bersangkutan kelelahan, baik secara fisik maupun psikis.
Tips Mengusir Bosan
Bosan adalah suatu keadaan saat pikiran kita menginginkan sebuah perubahan, sesuatu yang baru, dan berhentinya rutinitas yang sama dari waktu ke waktu. Apalagi jika yang dihadapi sehari-hari adalah hal-hal rutin dan monoton.
Meskipun rasa bosan adalah sesuatu yang wajar dan manusiawi, tapi apabila tidak segera disikapi dengan bijak bisa fatal akibatnya. Kebosanan yang terjadi di kantor akan menurunkan produktifitas dan kinerja karyawan. Berikut ini beberapa tips mengatasinya.
*Bosan terhadap tugas dan tanggung jawab:
- gali tugas-tugas lebih dalam lagi. Mungkin ada hal-hal yang belum anda perhatikan.
- buatlah variasi pada pekerjaan anda. Misalnya anda seorang penulis, minta ijin pa
da atasan untuk menulis sesuatu hal yang berbeda dari yang biasa ditulis.
- buat pekerjaan menjadi lebih menarik. Misalnya anda seorang pegawai administrasi, buatlah susunan dokumen yang tidak membosankan dan memikat mata dengan menambahkan pembatas kertas berwarna terang.
- apabila rasa bosan tetap tidak teratasi, ajukan cuti pendek. Sewaktu cuti, coba lakukan kegiatan yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan. Manfaatkan saat istirahat ini semaksimal mungkin.
Jika sudah melakukan usaha-usaha di atas namun bosan tak juga hilang, mungkin saatnya anda memikirkan apakah pekerjaan itu cocok untuk anda. Jika memang tidak cocok, beranikan diri untuk beralih dan mencoba mencari pekerjaan baru yang lebih sesuai.
*Bosan karena lingkungan tempat kerja
- tata kembali meja atau ruang kerja. Beri sentuhan berbeda dari sebelumnya, misalnya mengubah posisi meja kerja atau mengganti hiasan di ruangan.
- ganti tempat makan siang anda. Sesekali pergilah ke tempat makan siang yang berbeda, dengan teman yang berbeda pula.
- coba untuk memperluas relasi sosial dengan mencari kenalan baru di luar divisi atau di luar kantor. Jika memungkinkan anda bisa juga meminta untuk pindah cabang (lokasi kantor yang berbeda).
Tetap Semangat
Sebelum rasa bosan menguasai pikiran, kita harus bertindak. Salah satunya dengan mencoba memandang pekerjaan dari sisi lain. Jangan-jangan sebenarnya banyak sisi menarik yang belum digali? Dengan mengubah cara pandang, kita bisa mendapat hal-hal baru yang kemudian akan mengusir kejenuhan.
Atau, kita coba 'jurus lain'...yang seperti ini misalnya;
* ingat tujuan. Pikirkan apa jadinya jika rasa bosan dibiarkan hidup; produktifitas terganggu dan posisi terancam. Jika sampai kehilangan pekerjaan orang-orang terkasih di dekat anda tentu akan terkena imbasnya.
* bersyukur. Syukuri pekerjaan anda sekarang, syukuri semua yang dimiliki, maka hatipun jadi tenang.
* pelihara rasa senang. Apapun pekerjaannya jika dilakukan dengan senang hati pasti akan terasa ringan.
* pelihara ambisi. Dalam bekerja, tentukan ambisi anda. Perjelas target dan buatlah dalam step-step kecil, misalnya target hari ini, minggu ini, dan bulan ini. Tuliskan hal ini di tempat yang mudah terlihat, sebagai pengingat.
* bina hubungan baik. Dalam bekerja tentu anda tidak sendirian. Binalah hubungan baik dengan atasan, rekan sejawat, dan bawahan. Suasana yang menyenangkan di kantor akan menimbulkan rasa kangen untuk bekerja. Anda jadi tidak merasa bosan untuk hadir di kantor.
* lakukan rutinitas pagi. Ini penting. Rasa bosan yang menyerang di kantor, bisa jadi dipicu oleh kebiasaan pagi yang kurang nyaman. Coba deh diperbaiki, misalnya bangun lebih pagi agar bisa menghirup udara segar, sempatkan berolah raga ringan, dan jangan lupa sarapan secukupnya. Hindari berangkat kantor dengan terburu-buru, biar tidak bete di jalan...
---
Thats all --banyak banget sih Mbak Fitri :)--
Semoga yang banyak diatas ada manfaatnya ya...jadi yang bete, yang manyun, yang uring-uringan, janji ya besok sudah setor senyum manis ke aku..:))
---
Special thanks to Mbak Fitri Hariyadiningsih.
Jumat, 07 September 2012
Selasa, 31 Juli 2012
Membangun Kepercayaan Diri
Tidak semua orang terlahir dengan rasa percaya diri yang tinggi. Tapi kalau mau berusaha kita pasti bisa memilikinya. Coba deh beberapa cara berikut ini ;...
Jadikan kegagalan sebagai awal kebangkitan
Cobalah untuk menghadapi semua masalah dengan optimis. Fokuskan diri pada kualitas-kualitas yang kita miliki, termasuk pengalaman di masa lalu yang bisa dijadikan modal atau pembelajaran untuk saat ini dan di masa depan.
Jangan terlalu lama memikirkan kegagalan. Gunakan kegagalan itu untuk melangkah lebih baik lagi.
Kenali kekuatan diri
Kenali dan miliki kualitas diri yang positif. Caranya mudah; buat saja daftar seluruh 'aset' yang kita punya, yaitu keahlian, pengalaman, bakat, banyaknya teman, kekuatan fisik, atau hal-hal lain yang membuat kita merasa nyaman dengan diri sendiri. Mengingat kembali semua aset itu akan meningkatkan rasa percaya diri kita.
Cari kelebihan
Cobalah berkaca di depan cermin dan cari lima kelebihan yang membuat kita nyaman dengan diri sendiri. misalnya mata, rambut, senyum manis, tangan, kaki, atau lainnya. Selain faktor fisik, cari juga kelebihan dari sisi kepribadian, seperti semngat,energi, kelembutan, keramahan, dan sebagainya.
Kalau merasa sulit mencari kelebihan diri sendiri, mintalah bantuan orang lain yang dekat dan tahu betul bagaimana kita. Lakukan hal ini setiap hari selama seminggu, dan rasakan perbedaannya.
Kenalilah ketidaknyamanan
Cari tahu apa yang selama ini membuat kita merasa tidak nyaman atau malu terhadap diri sendiri. Bentuknya bisa sangat beragam; mulai dari jerawat, penyesalan, teman-teman, sampai pengalaman traumatis atau yang tidak menyenangkan.
Apapun itu, kenalilah, identifikasi, dan tuliskan di atas kertas. Lalu, kita boleh merobek-robek kertas itu untuk mendapatkan perasaan lebih tenang dan positif. Semacam mensugesti diri bahwa semua kekurangan kita sudah dibuang, lenyap.
Terima kekurangan
Ingatlah bahwa tidak ada manusia yang sempurna, karena semua pasti punya kekurangan. Terima kenyataan ini dengan lapang dada. Sadari juga bahwa kehidupan selalu penuh tantangan. Tapi jangan lupa bahwa setiap individu diciptakan dengan keunikan masing-masing. Kita pasti punya kelebihan yang tidak dimiliki orang lain.
Hargai diri sendiri
Hindari mengasihani diri sendiri atau mengharapkan orang lain bersimpati dan mengasihani kita. Tidak ada yang bisa membuat kita inferior atau tidak pede, kalau kita tidak membiarkan itu terjadi. Kalau terus menerus merasa rendah diri, lama-lama orang lain akan terpengaruh dan memandang kita rendah juga.
Cegah hal itu dengan mengungkapkan hal-hal positif yang dimiliki. Jangan takut dan malu untuk menunjukkan kualitas diri kita pada orang lain.
Tanggapilah pujian dengan baik
Saat dipuji, terimalah dengan terbuka dan penuh rasa syukur. Berhentilah menganggap pujian itu sebagai sesuatu yang biasa. Banyak orang yang ketika dipuji malah bersikap acuh sambil berkata, "Ah, masa sih ?"
Sikap ini sama sekali tidak disarankan. Kita seharusnya menanggapi dengan tulus dan memberi respon positif, dengan mengucapkan terima kasih sambil tersenyum.
Bersyukur
Syukurilah kondisi atau apapun yang kita miliki saat ini, karena seringkali akar dari rasa tidak percaya diri
adalah rasa tidak puas terhadap satu atau banyak hal. Misalnya merasa kurang cantik, kurang beruntung dan sebagainya.
Dengan bersyukur atas apa yang kita miliki sekarang, kita dapat mengalahkan rasa tidak puas dan hidup lebih tenang. Ketenangan batin inilah yang membantu menumbuhkan rasa percaya diri.
Bantu Orang Lain
Membantu orang lain akan membuat kita merasa positif terhadap diri sendiri, apalagi jika bantuan yang diberikan membawa manfaat dan kebaikan. Bentuk bantuan tidak harus selalu sesuatu yang besar atau mahal. Sikap lebih ramah pada satpam, atau office boy di kantor sudah sangat berarti. Cobalah lakukan, dan buktikan sendiri bagaimana hal positif itu ampuh meningkatkan kepercayaan diri.
Berani bicara
Dalam rapat atai sebuah diskusi, banyak orang tidak berani bicara atau khawatir penilaian orang pada apa yang mereka ucapkan. Pada kenyataannya, orang-orang tidak sekejam yang kita bayangkan. Bahkan sebenarnya, sebagian besar orang juga mengalami ketakutan yang sama seperti kita. Jadi, latih diri untuk lebih berani berbicara di depan umum. semakin sering dicoba, kepercayaan diri pun semakin meningkat.
Ada beberapa tips lagi yang tampaknya sepele tapi kalau kita jalankan akan memberikan kontribusi yang tidak kecil pada upaya kita mendongkrak rasa percaya diri, diantaranya;...
Cukup Tidur
Percaya atau tidak, kurang tidur bisa berdampak serius pada banyak hal, termasuk urusan perasaan. Gangguan tidur akan membuat perasaan-perasaan negatif lebih mudah muncul. selain itu kita juga jadi lebih mudah tersinggung dan tidak percaya diri.
Karena itu usahakan untuk cukup tidur setiap hari. Dan pastikan bahwa tidur kita berkualitas, alias nyenyak dan pulas.
Berbusana lebih baik
Penampilan fisik memang bukan hal utama dalam membentuk kepribadian, namun faktor ini bisa sangat membantu. Kalau merasa penampilan kurang oke, biasanya cara kita membawa diri atau berinteraksi dengan orang lain juga akan terpengaruh. Karena itu berilah perhatian lebih pada busana. Tidak perlu baju-baju mahal, yang penting bersih, rapi, dan serasi.
Olahraga
Mirip dengan busana, olah tubuh juga punya pengaruh besar terhadap kepercayaan diri seseorang. Biasanya bentuk badan yang kurang ideal akan membuat kita merasa tidak nyaman, tidak menarik, dan kurang bersemangat. Dengan rutin berolahraga kita bisa memperbaiki penampilan luar, meningkatkan energi tubuh, dan mendapatkan manfaat positif lainnya.
Disiplin berolahraga tidak hanya membuat kita merasa lebih baik, tapi juga menciptakan energi positif yang bisa menjadi kekuatan untuk menjalani aktifitas sehari-hari.
***
[diolah dari berbagai sumber]
Jadikan kegagalan sebagai awal kebangkitan
Cobalah untuk menghadapi semua masalah dengan optimis. Fokuskan diri pada kualitas-kualitas yang kita miliki, termasuk pengalaman di masa lalu yang bisa dijadikan modal atau pembelajaran untuk saat ini dan di masa depan.
Jangan terlalu lama memikirkan kegagalan. Gunakan kegagalan itu untuk melangkah lebih baik lagi.
Kenali kekuatan diri
Kenali dan miliki kualitas diri yang positif. Caranya mudah; buat saja daftar seluruh 'aset' yang kita punya, yaitu keahlian, pengalaman, bakat, banyaknya teman, kekuatan fisik, atau hal-hal lain yang membuat kita merasa nyaman dengan diri sendiri. Mengingat kembali semua aset itu akan meningkatkan rasa percaya diri kita.
Cari kelebihan
Cobalah berkaca di depan cermin dan cari lima kelebihan yang membuat kita nyaman dengan diri sendiri. misalnya mata, rambut, senyum manis, tangan, kaki, atau lainnya. Selain faktor fisik, cari juga kelebihan dari sisi kepribadian, seperti semngat,energi, kelembutan, keramahan, dan sebagainya.
Kalau merasa sulit mencari kelebihan diri sendiri, mintalah bantuan orang lain yang dekat dan tahu betul bagaimana kita. Lakukan hal ini setiap hari selama seminggu, dan rasakan perbedaannya.
Kenalilah ketidaknyamanan
Cari tahu apa yang selama ini membuat kita merasa tidak nyaman atau malu terhadap diri sendiri. Bentuknya bisa sangat beragam; mulai dari jerawat, penyesalan, teman-teman, sampai pengalaman traumatis atau yang tidak menyenangkan.
Apapun itu, kenalilah, identifikasi, dan tuliskan di atas kertas. Lalu, kita boleh merobek-robek kertas itu untuk mendapatkan perasaan lebih tenang dan positif. Semacam mensugesti diri bahwa semua kekurangan kita sudah dibuang, lenyap.
Terima kekurangan
Ingatlah bahwa tidak ada manusia yang sempurna, karena semua pasti punya kekurangan. Terima kenyataan ini dengan lapang dada. Sadari juga bahwa kehidupan selalu penuh tantangan. Tapi jangan lupa bahwa setiap individu diciptakan dengan keunikan masing-masing. Kita pasti punya kelebihan yang tidak dimiliki orang lain.
Hargai diri sendiri
Hindari mengasihani diri sendiri atau mengharapkan orang lain bersimpati dan mengasihani kita. Tidak ada yang bisa membuat kita inferior atau tidak pede, kalau kita tidak membiarkan itu terjadi. Kalau terus menerus merasa rendah diri, lama-lama orang lain akan terpengaruh dan memandang kita rendah juga.
Cegah hal itu dengan mengungkapkan hal-hal positif yang dimiliki. Jangan takut dan malu untuk menunjukkan kualitas diri kita pada orang lain.
Tanggapilah pujian dengan baik
Saat dipuji, terimalah dengan terbuka dan penuh rasa syukur. Berhentilah menganggap pujian itu sebagai sesuatu yang biasa. Banyak orang yang ketika dipuji malah bersikap acuh sambil berkata, "Ah, masa sih ?"
Sikap ini sama sekali tidak disarankan. Kita seharusnya menanggapi dengan tulus dan memberi respon positif, dengan mengucapkan terima kasih sambil tersenyum.
Bersyukur
Syukurilah kondisi atau apapun yang kita miliki saat ini, karena seringkali akar dari rasa tidak percaya diri
adalah rasa tidak puas terhadap satu atau banyak hal. Misalnya merasa kurang cantik, kurang beruntung dan sebagainya.
Dengan bersyukur atas apa yang kita miliki sekarang, kita dapat mengalahkan rasa tidak puas dan hidup lebih tenang. Ketenangan batin inilah yang membantu menumbuhkan rasa percaya diri.
Bantu Orang Lain
Membantu orang lain akan membuat kita merasa positif terhadap diri sendiri, apalagi jika bantuan yang diberikan membawa manfaat dan kebaikan. Bentuk bantuan tidak harus selalu sesuatu yang besar atau mahal. Sikap lebih ramah pada satpam, atau office boy di kantor sudah sangat berarti. Cobalah lakukan, dan buktikan sendiri bagaimana hal positif itu ampuh meningkatkan kepercayaan diri.
Berani bicara
Dalam rapat atai sebuah diskusi, banyak orang tidak berani bicara atau khawatir penilaian orang pada apa yang mereka ucapkan. Pada kenyataannya, orang-orang tidak sekejam yang kita bayangkan. Bahkan sebenarnya, sebagian besar orang juga mengalami ketakutan yang sama seperti kita. Jadi, latih diri untuk lebih berani berbicara di depan umum. semakin sering dicoba, kepercayaan diri pun semakin meningkat.
Ada beberapa tips lagi yang tampaknya sepele tapi kalau kita jalankan akan memberikan kontribusi yang tidak kecil pada upaya kita mendongkrak rasa percaya diri, diantaranya;...
Cukup Tidur
Percaya atau tidak, kurang tidur bisa berdampak serius pada banyak hal, termasuk urusan perasaan. Gangguan tidur akan membuat perasaan-perasaan negatif lebih mudah muncul. selain itu kita juga jadi lebih mudah tersinggung dan tidak percaya diri.
Karena itu usahakan untuk cukup tidur setiap hari. Dan pastikan bahwa tidur kita berkualitas, alias nyenyak dan pulas.
Berbusana lebih baik
Penampilan fisik memang bukan hal utama dalam membentuk kepribadian, namun faktor ini bisa sangat membantu. Kalau merasa penampilan kurang oke, biasanya cara kita membawa diri atau berinteraksi dengan orang lain juga akan terpengaruh. Karena itu berilah perhatian lebih pada busana. Tidak perlu baju-baju mahal, yang penting bersih, rapi, dan serasi.
Olahraga
Mirip dengan busana, olah tubuh juga punya pengaruh besar terhadap kepercayaan diri seseorang. Biasanya bentuk badan yang kurang ideal akan membuat kita merasa tidak nyaman, tidak menarik, dan kurang bersemangat. Dengan rutin berolahraga kita bisa memperbaiki penampilan luar, meningkatkan energi tubuh, dan mendapatkan manfaat positif lainnya.
Disiplin berolahraga tidak hanya membuat kita merasa lebih baik, tapi juga menciptakan energi positif yang bisa menjadi kekuatan untuk menjalani aktifitas sehari-hari.
***
[diolah dari berbagai sumber]
Minggu, 29 Juli 2012
Lagi-Lagi Uang
...ini adalah curahan hati Mas Icul. Sangat menyentuh dan mengena...
---
Kehilangan kerabat, karena dipanggil menghadap Tuhan, pasti membuat kita sedih. Apalagi jika kerabat tadi mempunyai tempat yang spesial di hati kita, atau orang yang selama ini begitu baik pada kita.
Saya pernah merasakan kepedihan itu, kepedihan yang sayangnya kemudian berubah menjadi penyesalan. Saya sadar tak ada orang yang bisa mengelak dari takdirNya. Namun setidaknya, menurut saya, kerabat saya itu tidak akan meninggal di usia muda (35 tahun), alias hidup lebih lama jika dia sungguh-sungguh berniat melawan penyakitnya.
Penyakit saluran pernafasan yang dia derita sebenarnya hanya bisa menjadi parah jika dibiarkan menggerogoti dalam waktu lama. Jika pencegahan dilakukan sejak dini, sesuatu yang fatal bisa dihindari.
Sebagai sarjana ekonomi yang dikenal pintar saya yakin dia menyadari hal itu. Sayangnya, dia terlalu 'berhitung' terhadap biaya yang harus dikeluarkan kalau pengobatan rutin dilakukan. Padahal secara finansial dia tidak punya masalah.
Mengapa uang begitu disayang ? Kerabat saya pasti punya alasan sendiri.
Biaya yang dikeluarkan untuk membayar dokter spesialis dan membeli obat memang lebih mahal ketimbang mengunjungi klinik alternatif, dan tentu saja mengurangi tabungan. Tapi jika terlambat, bukankah uang tak lagi berarti ?
Uang bisa membeli obat, tapi tidak bisa membeli kesehatan
uang bisa mendatangkan teman, tapi tidak bisa membeli persahabatan
uang bisa membeli makanan, tapi tidak bisa membeli selera makan
uang bisa membayar pelayanan, tapi tidak bisa membeli kesetiaan
uang bisa membuat hari-hari kita begitu indah, tapi tidak bisa membeli kebahagiaan.
Ah, pikiran saya melayang jauh. Kalau saja kerabat saya itu tak mencintai uang lebih daripada dirinya sendiri, kesehatannya mungkin tak akan tergadaikan begitu cepat dan begitu mudah. Mungkin, karena panjang-pendeknya umur, Tuhan juga yang menentukan.
***
---
Kehilangan kerabat, karena dipanggil menghadap Tuhan, pasti membuat kita sedih. Apalagi jika kerabat tadi mempunyai tempat yang spesial di hati kita, atau orang yang selama ini begitu baik pada kita.
Saya pernah merasakan kepedihan itu, kepedihan yang sayangnya kemudian berubah menjadi penyesalan. Saya sadar tak ada orang yang bisa mengelak dari takdirNya. Namun setidaknya, menurut saya, kerabat saya itu tidak akan meninggal di usia muda (35 tahun), alias hidup lebih lama jika dia sungguh-sungguh berniat melawan penyakitnya.
Penyakit saluran pernafasan yang dia derita sebenarnya hanya bisa menjadi parah jika dibiarkan menggerogoti dalam waktu lama. Jika pencegahan dilakukan sejak dini, sesuatu yang fatal bisa dihindari.
Sebagai sarjana ekonomi yang dikenal pintar saya yakin dia menyadari hal itu. Sayangnya, dia terlalu 'berhitung' terhadap biaya yang harus dikeluarkan kalau pengobatan rutin dilakukan. Padahal secara finansial dia tidak punya masalah.
Mengapa uang begitu disayang ? Kerabat saya pasti punya alasan sendiri.
Biaya yang dikeluarkan untuk membayar dokter spesialis dan membeli obat memang lebih mahal ketimbang mengunjungi klinik alternatif, dan tentu saja mengurangi tabungan. Tapi jika terlambat, bukankah uang tak lagi berarti ?
Uang bisa membeli obat, tapi tidak bisa membeli kesehatan
uang bisa mendatangkan teman, tapi tidak bisa membeli persahabatan
uang bisa membeli makanan, tapi tidak bisa membeli selera makan
uang bisa membayar pelayanan, tapi tidak bisa membeli kesetiaan
uang bisa membuat hari-hari kita begitu indah, tapi tidak bisa membeli kebahagiaan.
Ah, pikiran saya melayang jauh. Kalau saja kerabat saya itu tak mencintai uang lebih daripada dirinya sendiri, kesehatannya mungkin tak akan tergadaikan begitu cepat dan begitu mudah. Mungkin, karena panjang-pendeknya umur, Tuhan juga yang menentukan.
***
Sabtu, 28 Juli 2012
Yuk, Belajar Mengatur Keuangan
Pengeluaran selalu lebih besar dari pendapatan ? Jangan buru-buru menyalahkan gaji, karena mungkin saja kesalahannya ada pada cara kita mengatur keuangan. Ada beberapa kebiasaan pintar yang bisa kita terapkan agar keuangan kita tidak lagi 'kedodoran'. Ini dia tips-nya...
Catat Pengeluaran
Hal pertama yang perlu dilakukan adalah membuat buku catatan, gunanya untuk mendeteksi kemana saja larinya uang kita. Mungkin kita merasa hanya mengeluarkan uang untuk barang-barang kecil yang harganya tidak seberapa. Tapi jika ditotal ternyata jumlahnya sangat besar. Nah, bila tidak tercatat, kita tidak akan pernah menyadari hal ini.
Buat Daftar Belanja
Sebenarnya ini tip yang sudah sering dianjurkan. Tapi kenyataannya hanya sedikit orang yang benar-benar mencatat daftar belanja dan mau mematuhinya. Padahal daftar belanja ini sangat membantu kita mengontrol pengeluaran.
Hindari Membawa Uang Tunai Berlebihan
Selama di dompet masih terlihat banyak uang, dorongan untuk menghabiskannya akan selalu ada. Sebaiknya jangan menyimpan uang terlalu banyak di dompet, biarkan saja tetap dalam tabungan. Jika tiba-tiba membutuhkan uang lebih untuk keperluan penting, tinggal tarik tunai dari ATM. Membawa uang sesuai kebutuhan adalah salah satu usaha kita mengontrol pengeluaran.
Kurangi Kebiasaan Makan Diluar
Banyak warga kota besar yang terbiasa kongkow dengan teman, saudara, atau rekan kerja di kafe dan mall. Memang mengasyikkan tapi juga membutuhkan biaya cukup besar. Boleh-boleh saja kegiatan ini dilakukan asal jangan keseringan. Bila ingin berkumpul dengan teman-teman, pilih saja salah satu rumah sebagai tempat pertemuan. Lebih hemat dan lebih bebas bercengkerama.
Bawa Bekal
Inilah salah satu langkah mudah untuk berhemat. Biasakan membawa makanan sendiri dari rumah. Selain sesuai dengan selera, yang lebih penting adalah kebersihannya terjamin.
Bijak Menggunakan Kartu Kredit
Banyak orang menganggap kartu kredit sebagai uang tambahan. Ini salah besar. Kita harus memperlakukan kartu kredit sebagai uang pinjaman yang harus segera dilunasi begitu tagihan datang. bila tidak dilunasi, sisa tagihannya akan kena bunga dan bunganya masuk ke tagihan kita bulan depannya. Jadi gunakan kartu kredit hanya jika wajib menggunakannya --mis; untuk beli tiket pesawat--, atau jika ada keuntungan lain yang ditawarkan. Pastikan kita melunasi tagihan perbulannya.
Manfaatkan Kupon Belanja
Di media cetak sering terdapat kupon-kupon belanja yang bisa digunting dan bisa dipakai belanja. Manfaatkanlah dengan cermat. Pastikan kupon itu kita pakai untuk membeli barang-barang yang memang diperlukan. Bukan sebaliknya, membeli barang hanya karena ada kuponnya tapi sebenarnya tidak butuh. Itu sama artinya dengan pemborosan.
Belanja Grosiran
Belanja dalam jumlah besar biasanya jatuhnya lebih murah. Tapi ingat, karena membeli dalam jumlah banyak, pastikan barang yang dibeli memang tahan lama misalnya sabun mandi, detergen, dsb.
Sisihkan Gaji Untuk Tabungan
Tabungan bukanlah sisa dari pendapatan. Setiap habis menerima gaji, usahakan langsung menyisihkan sebagian untuk ditabung. Jangan menunggu sampai akhir bulan, karena kemungkinan besar tidak akan ada sisa. Idealnya jumlah yang ditabung perbulan adalah 10% dari total pendapatan. Pisahkan rekening tabungan dengan rekening yang digunakan untuk biaya sehari-hari.
Batasi Cicilan
Batas aman cicilan yang bisa kita ambil adalah 30% dari total pendapatan. Pertimbangkan dengan cermat sebelum mengambil cicilan apapun. Jangan mudah tergiur dengan penawaran cicilan berbunga rendah, bahkan nol persen.
Belilah Barang Yang Memiliki Nilai
Saat pergi ke mall, kita mudah tergiur dengan aneka produk seperti baju, sepatu, tas. Apalagi kalau barang-barang itu sedang banting harga atau diskon. Merasa sayang dengan harga yang miring kitapun langsung tergoda untuk membeli, padahal barang-barang itu tidak kita butuhkan. Sebaiknya alokasikan uang untuk membeli sesuatu yang punya nilai, misalnya emas. Mungkin sekarang kitaa tidak membutuhkannya, tapi suatu saat nanti benda itu bisa dijual dan memberikan keuntungan yang lumayan.
***
(diolah dari berbagai sumber)
Catat Pengeluaran
Hal pertama yang perlu dilakukan adalah membuat buku catatan, gunanya untuk mendeteksi kemana saja larinya uang kita. Mungkin kita merasa hanya mengeluarkan uang untuk barang-barang kecil yang harganya tidak seberapa. Tapi jika ditotal ternyata jumlahnya sangat besar. Nah, bila tidak tercatat, kita tidak akan pernah menyadari hal ini.
Buat Daftar Belanja
Sebenarnya ini tip yang sudah sering dianjurkan. Tapi kenyataannya hanya sedikit orang yang benar-benar mencatat daftar belanja dan mau mematuhinya. Padahal daftar belanja ini sangat membantu kita mengontrol pengeluaran.
Hindari Membawa Uang Tunai Berlebihan
Selama di dompet masih terlihat banyak uang, dorongan untuk menghabiskannya akan selalu ada. Sebaiknya jangan menyimpan uang terlalu banyak di dompet, biarkan saja tetap dalam tabungan. Jika tiba-tiba membutuhkan uang lebih untuk keperluan penting, tinggal tarik tunai dari ATM. Membawa uang sesuai kebutuhan adalah salah satu usaha kita mengontrol pengeluaran.
Kurangi Kebiasaan Makan Diluar
Banyak warga kota besar yang terbiasa kongkow dengan teman, saudara, atau rekan kerja di kafe dan mall. Memang mengasyikkan tapi juga membutuhkan biaya cukup besar. Boleh-boleh saja kegiatan ini dilakukan asal jangan keseringan. Bila ingin berkumpul dengan teman-teman, pilih saja salah satu rumah sebagai tempat pertemuan. Lebih hemat dan lebih bebas bercengkerama.
Bawa Bekal
Inilah salah satu langkah mudah untuk berhemat. Biasakan membawa makanan sendiri dari rumah. Selain sesuai dengan selera, yang lebih penting adalah kebersihannya terjamin.
Bijak Menggunakan Kartu Kredit
Banyak orang menganggap kartu kredit sebagai uang tambahan. Ini salah besar. Kita harus memperlakukan kartu kredit sebagai uang pinjaman yang harus segera dilunasi begitu tagihan datang. bila tidak dilunasi, sisa tagihannya akan kena bunga dan bunganya masuk ke tagihan kita bulan depannya. Jadi gunakan kartu kredit hanya jika wajib menggunakannya --mis; untuk beli tiket pesawat--, atau jika ada keuntungan lain yang ditawarkan. Pastikan kita melunasi tagihan perbulannya.
Manfaatkan Kupon Belanja
Di media cetak sering terdapat kupon-kupon belanja yang bisa digunting dan bisa dipakai belanja. Manfaatkanlah dengan cermat. Pastikan kupon itu kita pakai untuk membeli barang-barang yang memang diperlukan. Bukan sebaliknya, membeli barang hanya karena ada kuponnya tapi sebenarnya tidak butuh. Itu sama artinya dengan pemborosan.
Belanja Grosiran
Belanja dalam jumlah besar biasanya jatuhnya lebih murah. Tapi ingat, karena membeli dalam jumlah banyak, pastikan barang yang dibeli memang tahan lama misalnya sabun mandi, detergen, dsb.
Sisihkan Gaji Untuk Tabungan
Tabungan bukanlah sisa dari pendapatan. Setiap habis menerima gaji, usahakan langsung menyisihkan sebagian untuk ditabung. Jangan menunggu sampai akhir bulan, karena kemungkinan besar tidak akan ada sisa. Idealnya jumlah yang ditabung perbulan adalah 10% dari total pendapatan. Pisahkan rekening tabungan dengan rekening yang digunakan untuk biaya sehari-hari.
Batasi Cicilan
Batas aman cicilan yang bisa kita ambil adalah 30% dari total pendapatan. Pertimbangkan dengan cermat sebelum mengambil cicilan apapun. Jangan mudah tergiur dengan penawaran cicilan berbunga rendah, bahkan nol persen.
Belilah Barang Yang Memiliki Nilai
Saat pergi ke mall, kita mudah tergiur dengan aneka produk seperti baju, sepatu, tas. Apalagi kalau barang-barang itu sedang banting harga atau diskon. Merasa sayang dengan harga yang miring kitapun langsung tergoda untuk membeli, padahal barang-barang itu tidak kita butuhkan. Sebaiknya alokasikan uang untuk membeli sesuatu yang punya nilai, misalnya emas. Mungkin sekarang kitaa tidak membutuhkannya, tapi suatu saat nanti benda itu bisa dijual dan memberikan keuntungan yang lumayan.
***
(diolah dari berbagai sumber)
Senin, 23 Juli 2012
Pentingnya Bilang, " I Love You..."
Usia perkawinan yang sudah matang sering membuat suami istri lupa atau malas mengungkapkan cinta pada pasangan. Padahal inilah salah satu kunci keharmonisan keluarga.
Saat masih pacaran, banyak pasangan yang rajin mengobral kata-kata manis. Kata-kata penuh cinta itu kerap dilontarkan baik secara langsung maupun lewat telepon atau alat komunikasi lain. Sayangnya, seiring bertambahnya usia pernikahan semakin jarang pula ungkapan kemesraan ditunjukkan pada pasangan. Alasannya macam-macam; sibuk dengan urusan rumah dan anak-anak, sibuk dengan pekerjaan kantor, dan banyak lagi alasan lainnya.
Banyak pasangan, setelah menikah, tidak lagi menganggap penting ungkapan cinta. Menurut mereka, yang penting kita dan pasangan saling mencintai dan masing-masing tahu itu. Bergandengan tangan lebih cocok dilakukan oleh pasangan yang baru menikah atau berpacaran. --weee..kata siapa. Sampai detik ini aku masih suka menggelendot di lengan MD kalau sedang jalan berdua :)--
Menurut psikolog, ungkapan cinta sangat diperlukan untuk menjaga keharmonisan hubungan dengan pasangan. Ungkapan tersebut juga merupakan cara konkret memupuk jalinan kasih antara suami dan istri. Namun bukan berarti anda harus melontarkan kalimat romantis tanpa diiringi dengan tingkah laku.
Ungkapan cinta yang dimaksud bukan hanya kata-kata, tapi yang lebih penting adalah tindakan nyata. Intinya kita berusaha menunjukkan cinta lewat perilaku, yang akan berdampak positif bagi kelangsungan hubungan, dan pada pasangan secara individu. Karena pada dasarnya setiap orang senang dan bahagia bila di puji dan diberi perhatian.
Ungkapan cinta, ternyata, ampuh juga untuk mengurangi stres. Pasangan akan menjadi lebih rileks dan bahagia. Jika stres berkurang dan badan rileks tentu kesehatan jadi lebih baik.
Ternyata juga, usia pernikahan yang matang tidak menjamin kelanggengan rumah tangga. Godaan dalam berbagai bentuk bisa datang kapan saja. Dalam hidup, manusia berinteraksi terus menerus. Kalau tahun kemarin temannya hanya 50 orang, tahun ini meningkat jadi 150 orang. Dari sekian banyak interaksi, pasti ada saja godaan yang akan menguji kita dan pasangan. Karena itu suami dan istri perlu terus mencari cara memupuk hubungan. Salah satunya dengan memberikan ungkapan cinta.
Mengungkapkan cinta bukan berarti harus melontarkan kalimat sayang berkali-kali dalam sehari, atau membelikan hadiah-hadiah mahal sebagai bentuk perhatian. Ritual-ritual sederhana sebenarnya sudah cukup menunjukkan betapa cinta kita pada pasangan tidak berubah. Misalnya; mencium tangan, memuji penampilan saat suami hendak berangkat bekerja, mengucapkan terima kasih saat dibantu mengambilkan sesuatu di dapur, dan sebagainya.
Kendati teknologi sudah semakin canggih, sebaiknya ungkapan perasaan tetap disampaikan secara langsung. Efeknya pasti akan lebih terasa dan mengena.
Selain itu pintar-pintar jugalah melihat situasi. Hindari mengungkapkan cinta yang romantis saat suami dalam keadaan sibuk. Hal ini justru akan membuat pikirannya tidak fokus.
Nah, mulai sekarang jangan sungkan lagi mengungkapkan cinta pada pasangan ya... Ritual cinta yang dilakukan dengan tulus dan penuh cinta bisa menumbuhkan keluarga harmonis dan bahagia. Semoga...
***
Thanks to; Ibu Aswini Widjaya - ADR Advisori
Saat masih pacaran, banyak pasangan yang rajin mengobral kata-kata manis. Kata-kata penuh cinta itu kerap dilontarkan baik secara langsung maupun lewat telepon atau alat komunikasi lain. Sayangnya, seiring bertambahnya usia pernikahan semakin jarang pula ungkapan kemesraan ditunjukkan pada pasangan. Alasannya macam-macam; sibuk dengan urusan rumah dan anak-anak, sibuk dengan pekerjaan kantor, dan banyak lagi alasan lainnya.
Banyak pasangan, setelah menikah, tidak lagi menganggap penting ungkapan cinta. Menurut mereka, yang penting kita dan pasangan saling mencintai dan masing-masing tahu itu. Bergandengan tangan lebih cocok dilakukan oleh pasangan yang baru menikah atau berpacaran. --weee..kata siapa. Sampai detik ini aku masih suka menggelendot di lengan MD kalau sedang jalan berdua :)--
Menurut psikolog, ungkapan cinta sangat diperlukan untuk menjaga keharmonisan hubungan dengan pasangan. Ungkapan tersebut juga merupakan cara konkret memupuk jalinan kasih antara suami dan istri. Namun bukan berarti anda harus melontarkan kalimat romantis tanpa diiringi dengan tingkah laku.
Ungkapan cinta yang dimaksud bukan hanya kata-kata, tapi yang lebih penting adalah tindakan nyata. Intinya kita berusaha menunjukkan cinta lewat perilaku, yang akan berdampak positif bagi kelangsungan hubungan, dan pada pasangan secara individu. Karena pada dasarnya setiap orang senang dan bahagia bila di puji dan diberi perhatian.
Ungkapan cinta, ternyata, ampuh juga untuk mengurangi stres. Pasangan akan menjadi lebih rileks dan bahagia. Jika stres berkurang dan badan rileks tentu kesehatan jadi lebih baik.
Ternyata juga, usia pernikahan yang matang tidak menjamin kelanggengan rumah tangga. Godaan dalam berbagai bentuk bisa datang kapan saja. Dalam hidup, manusia berinteraksi terus menerus. Kalau tahun kemarin temannya hanya 50 orang, tahun ini meningkat jadi 150 orang. Dari sekian banyak interaksi, pasti ada saja godaan yang akan menguji kita dan pasangan. Karena itu suami dan istri perlu terus mencari cara memupuk hubungan. Salah satunya dengan memberikan ungkapan cinta.
Mengungkapkan cinta bukan berarti harus melontarkan kalimat sayang berkali-kali dalam sehari, atau membelikan hadiah-hadiah mahal sebagai bentuk perhatian. Ritual-ritual sederhana sebenarnya sudah cukup menunjukkan betapa cinta kita pada pasangan tidak berubah. Misalnya; mencium tangan, memuji penampilan saat suami hendak berangkat bekerja, mengucapkan terima kasih saat dibantu mengambilkan sesuatu di dapur, dan sebagainya.
Kendati teknologi sudah semakin canggih, sebaiknya ungkapan perasaan tetap disampaikan secara langsung. Efeknya pasti akan lebih terasa dan mengena.
Selain itu pintar-pintar jugalah melihat situasi. Hindari mengungkapkan cinta yang romantis saat suami dalam keadaan sibuk. Hal ini justru akan membuat pikirannya tidak fokus.
Nah, mulai sekarang jangan sungkan lagi mengungkapkan cinta pada pasangan ya... Ritual cinta yang dilakukan dengan tulus dan penuh cinta bisa menumbuhkan keluarga harmonis dan bahagia. Semoga...
***
Thanks to; Ibu Aswini Widjaya - ADR Advisori
Langganan:
Postingan (Atom)