Jumat, 22 Juni 2012
Aturan Simpan Rahasia Antara Suami-Istri
Setiap orang memiliki privacy dan berharap privacynya itu dihormati orang lain. Privacy ini bisa berupa identitas, aktivitas, kepemilikan barang, pilihan politik, serta rahasia pribadi. Ketika sudah menikah masihkah kita punya privacy?
Yang perlu dilakukan pertama kali adalah menetapkan makna privacy bagi masing-masing individu. Bicarakan dengan pasangan, hal-hal apa sajakah yang masuk dalam kategori privacy. Samakan persepsi agar tidak timbul masalah, karena bisa jadi sesuatu yang dianggap privacy oleh suami belum tentu dianggap privacy juga oleh istri. Ujung-ujungnya adalah timbul masalah.
Bisa-bisa, privacy (termasuk rahasia) digunakan sebagai alasan menyembunyikan perbuatan menyimpang atau diluar kesepakatan dengan pasangan. Kemungkinan terburuk yang sering terjadi adalah menjadikan perselingkuhan sebagai sebuah privacy atau rahasia.
Punya Rahasia = Manusiawi
Setiap pasangan hendaknya menyadari bahwa mereka tidak akan pernah mengetahui semua hal tentang diri pasangannya. Selalu ada kemungkinan muncul hal-hal baru yang tidak mereka ketahui. Kadang-kadang hal-hal baru itu 'tetap tersimpan' karena manusia adalah mahluk dinamis yang mengalami perubahan pola sikap dan pola berpikir. Karena itu setiap individu pasti punya sisi yang enggan untuk dibagi dengan orang lain, dan itulah rahasia atau privacy.
Lalu, hal apa saja yang boleh tetap menjadi rahasia dan hal apa saja yang harus 'dibongkar' pada pasangan ?
Setiap pasangan mempunyai cara berbeda untuk menentukan rahasia pribadi dan rahasia umum. Pada kenyataannya, ada pasangan yang berkomitmen bahwa tidak ada rahasia sama sekali diantara mereka, dan ada pula yang tetap menjunjung tinggi privacy masing-masing. Hal itu sah-sah saja asal kedua belah pihak berkomitmen pada kesepakatan yang telah mereka buat.
Denikian pula dengan barang-barang pribadi pasangan seperti isi SMS, surat-surat, arsip pekerjaan, dan lain-lain. Bila anda memutuskan barang-barang tadi sebagai privacy, maka anda tidak akan mencuri lihat. Jika hal ini terjadi berarti anda telah melakukan pelanggaran privacy. Kepercayaan pasangan akan runtuh.
Kuncinya: Penjelasan yang Tepat
Bila menjadi pihak yang memiliki rahasia, bagaimana sebaiknya sikap kita agar pasangan tidak merasa penasaran atau kecil hati ?
Jangan pernah membiarkan pasangan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, karena jika rasa ingin tahu itu tidak terpuaskan ia akan mudah curiga. Jadi sebelum semuanya terlambat, selalu biasakan menjelaskan hal-hal sumber curiga secara garis besar, serta alasan mengapa anda tidak bisa berbagi cerita ini pada pasangan. Sehingga --semoga-- pasangan bisa memahami dan menerima kalau ia tidak bisa mengetahui detail rahasia itu.
Anda pun harus memahami bahwa rasa ingin tahu pasangan seringkali didasari keinginan untuk menempatkan diri pada posisi atau sikap yang sesuai. Sebetulnya yang lebih sulit justru memilih kalimat tepat agar rasa ingin tahu pasangan terpuaskan, tanpa harus bercerita detail dan tetap menjaga agar rahasia tidak terungkap. Pilihlah kalimat sederhana yang mudah dimengerti agar tidak menyinggung perasaan pasangan.
Punya rahasia itu rasanya seperti 'menanggung beban', yang pada suatu titik akan terasa berat. Menjadi jauh lebih berat kalau rahasia itu adalah pelanggaran komitmen pada pasangan, misalnya perselingkuhan, penipuan, atau pelanggaran hak orang lain, dan sebagainya.
Karena itu, semakin banyak hal yang bisa dibahas dan dibicarakan bersama --berarti rahasia semakin sedikit-- semakin kuat kebersamaan dan ikatan emosi dengan pasangan. Ini menjadi dasar kepercayaan dan kasih sayang yang kuat, dan hubungan dengan pasangan menjadi harmonis dan langgeng. Insya Allah...
***
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar