Kamis, 05 Juli 2012

Mengakrabkan Suami dan Keluarga Besar


Setelah menikah, mau tidak mau suami menjadi bagian dari keluarga besar istri. Tidak jarang persoalan muncul karena perbedaan kedua belah pihak. Bagaimana seharusnya seorang istri menghadapi situasi ini ?

---

Pernahkah anda mengalami suami anda kurang  diterima keberadaannya di keluarga besar ? Wujud ketidak sukaan mereka bisa bermacam-macam.Mulai dari menghalang-halangi anda menikah dengannya hingga mengucilkannya dan tidak menganggap keberadaannya di keluarga besar. Anda pun sering jadi sasaran protes dan keluhan mereka. Sedangkan suami sering murung karena perlakuan mereka.

Situasi ini sering membuat istri jadi serba salah. Di satu sisi anda adalah pendamping suani, di sisi lain anda adalah anggota keluarga besar.Dilema yang sering muncul pada diri istri adalah; 'aku harus membela siapa ?'

---

Seorang istri perlu memberikan dukungan pada suami bila menghadapi situasi demikian. Ceritakan hal yang baik dari keluarga pada suami. Begitu juga sebaliknya, ceritakan kebaikan suami pada keluarga besar. Jangan justru berpihak dan memanas-manasi, apalagi mengadu domba dengan bersikap plin-plan.

Sampaikan hanya informasi yang bersifat positif, namun bukan berarti anda menutupi kesalahan kedua belah pihak. Berusahalah melihat sebuah persoalan secara obyektif.

Alasan Ketidaksukaan
Hal-hal apa saja yang membuat suami kurang disukai di keluarga besar ?

Begini, rasa suka dan tidak suka dapat berasal dari pandangan pribadi  dan bisa juga bersumber dari perilaku. Keluarga yang kurang bijak seringkali menilai seseorang dari kekurangan yang ia miliki. Biasanya kekurangan itu berkaitan dengan status sosial ekonomi, kondisi fisik (kecantikan atau ketampanan), latar belakang pendidikan, dan lain-lain.

Banyak faktor mengapa suami kurang disukai di keluarga besar. Berdasarkan  kemunculannya bisa di bagi menjadi masa sebelum menikah dan masa sesudah menikah.

# masa sebelum menikah
Biasanya keluarga memiliki kriteria pasangan tertentu yang sesuai dengan adat istiadat, suku, ras, dan agama mereka. Faktor ini masih cukup berpengaruh dan dianggap sebagai hal mendasar.
Faktor lain adalah soal kepribadian pasangan yang tidak sesuai dengan kepribadian keluarga besar. Misalnya keluarga besar istri sangat menjunjung tinggi disiplin dan ketepatan waktu. Suami bertipikal suka ngaret tentu saja sangat tidak disukai.

#masa setelah pernikahan
Hal yang bisa membuat keluarga besar tidak suka adalah kebiasaan-kebiasaan seperti cara yang berbeda dalam menghadapi masalah. Lalu aspek kepribadian yang tidak menyenangkan, seperti perilaku sok tahu, suka ikut campur, tidak peduli, posesif, dan lain-lain.
Faktor penghasilan suami yang lebih rendah dari istri juga bisa menimbulkan masalah, terutama bila keluarga besar masih berpandangan bahwa suami adalah pencari nafkah utama.

Bijak & Tidak Berpihak
Haruskah istri memberitahu suami tentang ketidaksukaan keluarga besar padanya ?

Idealnya, seorang istri harus bisa menyaring informasi yang akan disampaikan pada suami. Sampaikan hanya informasi yang berdampak positif dan membangun kepribadian pasangan. Bukan justru yang membuat ia terpojok, dipermalukan, atau bahkan menimbulkan kebenciannya pada keluarga besar.

Adalah tugas istri untuk mensosialisasikan norma-norma yang ada di keluarga besar sehingga suami bisa memahami dan menerapkannya. Jika punya pandangan dan sikap positif terhadap keluarga, serta mengikuti aturan dan norma keluarga, ia pasti bisa diterima. Tidak ada alasan lagi bagi keluarga besar untuk membenci dirinya.

Yang terpenting adalah ini;
Kunci keharmonisan hubungan keluarga besar dengan suami terletak pada peran istri, sebagai jembatan penghubung kedua belah pihak. Caranya ? kedua belah pihak harus sering berinteraksi, agar semakin dekat dan semakin sayang. Hadirilah acara-acara di keluarga besar seperti arisan keluarga, pesta pernikahan, tamasya bersama atau menjenguk keluarga yang sakit.

Selain itu, istri harus mendukung suami berperilaku wajar, sopan, dan, menghargai orang lain. Begitu pula dengan keluarga besar. Berilah mereka pengertian tentang kondisi suami. Selalu ingatkan mereka bahwa suami juga punya sisi positif yang patut diperhitungkan.

Memang ini bukan pekerjaan mudah, tapi bayangkan hasilnya bila semua pihak bisa saling menerima dan memahami. Keharmonisan keluarga besar akan tercipta, dan istri tidak perlu menghadapi dilema lagi.

***

[dariberbagaisumberterpercaya]


Tidak ada komentar: