Senin, 04 Juni 2012

Cara Memperbaiki Pertemanan Yang Retak


Memiliki teman rasanya sangat menyenangkan. Kita jadi punya tempat untuk berbagi cerita tentang banyak hal. Mulai dari masalah anak, rumah tangga, hobi, sampai ke hal yang sepele, seperti tempat makan yang asyik. Teman juga sering menjadi sumber penyegaran di saat kondisi hati sedang buruk.

Tapi seperti umumnya sebuah hubungan, pertemanan dan persahabatan pun rentan terhadap konflik. Sebenarnya konflik itu tidak selalu berakibat negatif karena bisa membuat kita lebih bisa saling memahami satu sama lain.

Tidak jarang konflik juga menimbulkan rasa sakit hati mendalam. Jika sudah begitu biasanya hubungan pertemanan pun jadi putus. Tidak ada lagi telepon, e-mail, atau SMS. Dijauhi dan dimusuhi seorang teman rasanya sungguh tidak nyaman.

Nah, bagaimana cara menyudahi konflik yang meretakkan hubungan ini ? Berikut beberapa tipsnya...

INTROSPEKSI
Bisa jadi saat ini anda bingung karena seorang teman menjauhi padahal anda merasa tidak melakukan kesalahan apapun. Sebelum langsung marah-marah dan protes, ada baiknya kalau anda melakukan introspeksi dulu. Renungkan apa yang sedang terjadi dan apa yang bisa dilakukan untuk memperbaiki keadaan.
Cermati juga sejak kapan permusuhan ini dimulai. Sehingga anda bisa memperkirakan langkah paling tepat untuk mencari solusi.

Satu hal yang pasti, ada sesuatu yang membuat teman marah dan memusuhi anda. Kalaupun benar-benar merasa tidak bersalah, tidak perlu langsung bersikap defensif. Tenang dan terbuka saja. Jangan sampai anda terpancing emosi dan membuat hubungan semakin buruk.

BERANI MINTA MAAF
Tidak ada salahnya minta maaf duluan. Kalaupun teman menolak, jangan putus asa. Paling tidak setelah minta maaf beban anda akan berkurang.

Ajak teman anda untuk berbicara empat mata. Sampaikan bahwa permasalahan antara anda dan dia membawa dampak dan perilaku negatif. Ungkapkan juga bahwa pertikaian ini membuat anda tidak nyaman.

Dengan terbuka dan berani minta maaf, niscaya sang teman akan bersimpati pada anda dan bersedia membuka pintu maaf.

BERPIKIR POSITIF
Bagaiman jika teman anda tidak juga mau mencairkan konflik sedangkan anda sudah berupaya memperbaiki situasi dan meminta maaf ? Dalam situasi seperti ini tetaplah berpikir positif. Yakinkan hati bahwa suatu saat nanti dia akan memaafkan anda dengan ikhlas.

Sementara itu, meski dia menjauh sebaiknya anda tetap menjadi teman yang baik. Jangan karena dia marah pada anda, anda juga jadi ikut-ikutan marah. Tunjukkan sikap yang positif. Paling tidak, kesungguhan anda sudah menunjukkan bahwa anda adalah seorang sahabat sejati untuknya.



***
Disarikan dari berbagai sumber.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

makasih buat tips.a :)