Tidak semua orang terlahir dengan rasa percaya diri yang tinggi. Tapi kalau mau berusaha kita pasti bisa memilikinya. Coba deh beberapa cara berikut ini ;...
Jadikan kegagalan sebagai awal kebangkitan
Cobalah untuk menghadapi semua masalah dengan optimis. Fokuskan diri pada kualitas-kualitas yang kita miliki, termasuk pengalaman di masa lalu yang bisa dijadikan modal atau pembelajaran untuk saat ini dan di masa depan.
Jangan terlalu lama memikirkan kegagalan. Gunakan kegagalan itu untuk melangkah lebih baik lagi.
Kenali kekuatan diri
Kenali dan miliki kualitas diri yang positif. Caranya mudah; buat saja daftar seluruh 'aset' yang kita punya, yaitu keahlian, pengalaman, bakat, banyaknya teman, kekuatan fisik, atau hal-hal lain yang membuat kita merasa nyaman dengan diri sendiri. Mengingat kembali semua aset itu akan meningkatkan rasa percaya diri kita.
Cari kelebihan
Cobalah berkaca di depan cermin dan cari lima kelebihan yang membuat kita nyaman dengan diri sendiri. misalnya mata, rambut, senyum manis, tangan, kaki, atau lainnya. Selain faktor fisik, cari juga kelebihan dari sisi kepribadian, seperti semngat,energi, kelembutan, keramahan, dan sebagainya.
Kalau merasa sulit mencari kelebihan diri sendiri, mintalah bantuan orang lain yang dekat dan tahu betul bagaimana kita. Lakukan hal ini setiap hari selama seminggu, dan rasakan perbedaannya.
Kenalilah ketidaknyamanan
Cari tahu apa yang selama ini membuat kita merasa tidak nyaman atau malu terhadap diri sendiri. Bentuknya bisa sangat beragam; mulai dari jerawat, penyesalan, teman-teman, sampai pengalaman traumatis atau yang tidak menyenangkan.
Apapun itu, kenalilah, identifikasi, dan tuliskan di atas kertas. Lalu, kita boleh merobek-robek kertas itu untuk mendapatkan perasaan lebih tenang dan positif. Semacam mensugesti diri bahwa semua kekurangan kita sudah dibuang, lenyap.
Terima kekurangan
Ingatlah bahwa tidak ada manusia yang sempurna, karena semua pasti punya kekurangan. Terima kenyataan ini dengan lapang dada. Sadari juga bahwa kehidupan selalu penuh tantangan. Tapi jangan lupa bahwa setiap individu diciptakan dengan keunikan masing-masing. Kita pasti punya kelebihan yang tidak dimiliki orang lain.
Hargai diri sendiri
Hindari mengasihani diri sendiri atau mengharapkan orang lain bersimpati dan mengasihani kita. Tidak ada yang bisa membuat kita inferior atau tidak pede, kalau kita tidak membiarkan itu terjadi. Kalau terus menerus merasa rendah diri, lama-lama orang lain akan terpengaruh dan memandang kita rendah juga.
Cegah hal itu dengan mengungkapkan hal-hal positif yang dimiliki. Jangan takut dan malu untuk menunjukkan kualitas diri kita pada orang lain.
Tanggapilah pujian dengan baik
Saat dipuji, terimalah dengan terbuka dan penuh rasa syukur. Berhentilah menganggap pujian itu sebagai sesuatu yang biasa. Banyak orang yang ketika dipuji malah bersikap acuh sambil berkata, "Ah, masa sih ?"
Sikap ini sama sekali tidak disarankan. Kita seharusnya menanggapi dengan tulus dan memberi respon positif, dengan mengucapkan terima kasih sambil tersenyum.
Bersyukur
Syukurilah kondisi atau apapun yang kita miliki saat ini, karena seringkali akar dari rasa tidak percaya diri
adalah rasa tidak puas terhadap satu atau banyak hal. Misalnya merasa kurang cantik, kurang beruntung dan sebagainya.
Dengan bersyukur atas apa yang kita miliki sekarang, kita dapat mengalahkan rasa tidak puas dan hidup lebih tenang. Ketenangan batin inilah yang membantu menumbuhkan rasa percaya diri.
Bantu Orang Lain
Membantu orang lain akan membuat kita merasa positif terhadap diri sendiri, apalagi jika bantuan yang diberikan membawa manfaat dan kebaikan. Bentuk bantuan tidak harus selalu sesuatu yang besar atau mahal. Sikap lebih ramah pada satpam, atau office boy di kantor sudah sangat berarti. Cobalah lakukan, dan buktikan sendiri bagaimana hal positif itu ampuh meningkatkan kepercayaan diri.
Berani bicara
Dalam rapat atai sebuah diskusi, banyak orang tidak berani bicara atau khawatir penilaian orang pada apa yang mereka ucapkan. Pada kenyataannya, orang-orang tidak sekejam yang kita bayangkan. Bahkan sebenarnya, sebagian besar orang juga mengalami ketakutan yang sama seperti kita. Jadi, latih diri untuk lebih berani berbicara di depan umum. semakin sering dicoba, kepercayaan diri pun semakin meningkat.
Ada beberapa tips lagi yang tampaknya sepele tapi kalau kita jalankan akan memberikan kontribusi yang tidak kecil pada upaya kita mendongkrak rasa percaya diri, diantaranya;...
Cukup Tidur
Percaya atau tidak, kurang tidur bisa berdampak serius pada banyak hal, termasuk urusan perasaan. Gangguan tidur akan membuat perasaan-perasaan negatif lebih mudah muncul. selain itu kita juga jadi lebih mudah tersinggung dan tidak percaya diri.
Karena itu usahakan untuk cukup tidur setiap hari. Dan pastikan bahwa tidur kita berkualitas, alias nyenyak dan pulas.
Berbusana lebih baik
Penampilan fisik memang bukan hal utama dalam membentuk kepribadian, namun faktor ini bisa sangat membantu. Kalau merasa penampilan kurang oke, biasanya cara kita membawa diri atau berinteraksi dengan orang lain juga akan terpengaruh. Karena itu berilah perhatian lebih pada busana. Tidak perlu baju-baju mahal, yang penting bersih, rapi, dan serasi.
Olahraga
Mirip dengan busana, olah tubuh juga punya pengaruh besar terhadap kepercayaan diri seseorang. Biasanya bentuk badan yang kurang ideal akan membuat kita merasa tidak nyaman, tidak menarik, dan kurang bersemangat. Dengan rutin berolahraga kita bisa memperbaiki penampilan luar, meningkatkan energi tubuh, dan mendapatkan manfaat positif lainnya.
Disiplin berolahraga tidak hanya membuat kita merasa lebih baik, tapi juga menciptakan energi positif yang bisa menjadi kekuatan untuk menjalani aktifitas sehari-hari.
***
[diolah dari berbagai sumber]
Selasa, 31 Juli 2012
Minggu, 29 Juli 2012
Lagi-Lagi Uang
...ini adalah curahan hati Mas Icul. Sangat menyentuh dan mengena...
---
Kehilangan kerabat, karena dipanggil menghadap Tuhan, pasti membuat kita sedih. Apalagi jika kerabat tadi mempunyai tempat yang spesial di hati kita, atau orang yang selama ini begitu baik pada kita.
Saya pernah merasakan kepedihan itu, kepedihan yang sayangnya kemudian berubah menjadi penyesalan. Saya sadar tak ada orang yang bisa mengelak dari takdirNya. Namun setidaknya, menurut saya, kerabat saya itu tidak akan meninggal di usia muda (35 tahun), alias hidup lebih lama jika dia sungguh-sungguh berniat melawan penyakitnya.
Penyakit saluran pernafasan yang dia derita sebenarnya hanya bisa menjadi parah jika dibiarkan menggerogoti dalam waktu lama. Jika pencegahan dilakukan sejak dini, sesuatu yang fatal bisa dihindari.
Sebagai sarjana ekonomi yang dikenal pintar saya yakin dia menyadari hal itu. Sayangnya, dia terlalu 'berhitung' terhadap biaya yang harus dikeluarkan kalau pengobatan rutin dilakukan. Padahal secara finansial dia tidak punya masalah.
Mengapa uang begitu disayang ? Kerabat saya pasti punya alasan sendiri.
Biaya yang dikeluarkan untuk membayar dokter spesialis dan membeli obat memang lebih mahal ketimbang mengunjungi klinik alternatif, dan tentu saja mengurangi tabungan. Tapi jika terlambat, bukankah uang tak lagi berarti ?
Uang bisa membeli obat, tapi tidak bisa membeli kesehatan
uang bisa mendatangkan teman, tapi tidak bisa membeli persahabatan
uang bisa membeli makanan, tapi tidak bisa membeli selera makan
uang bisa membayar pelayanan, tapi tidak bisa membeli kesetiaan
uang bisa membuat hari-hari kita begitu indah, tapi tidak bisa membeli kebahagiaan.
Ah, pikiran saya melayang jauh. Kalau saja kerabat saya itu tak mencintai uang lebih daripada dirinya sendiri, kesehatannya mungkin tak akan tergadaikan begitu cepat dan begitu mudah. Mungkin, karena panjang-pendeknya umur, Tuhan juga yang menentukan.
***
---
Kehilangan kerabat, karena dipanggil menghadap Tuhan, pasti membuat kita sedih. Apalagi jika kerabat tadi mempunyai tempat yang spesial di hati kita, atau orang yang selama ini begitu baik pada kita.
Saya pernah merasakan kepedihan itu, kepedihan yang sayangnya kemudian berubah menjadi penyesalan. Saya sadar tak ada orang yang bisa mengelak dari takdirNya. Namun setidaknya, menurut saya, kerabat saya itu tidak akan meninggal di usia muda (35 tahun), alias hidup lebih lama jika dia sungguh-sungguh berniat melawan penyakitnya.
Penyakit saluran pernafasan yang dia derita sebenarnya hanya bisa menjadi parah jika dibiarkan menggerogoti dalam waktu lama. Jika pencegahan dilakukan sejak dini, sesuatu yang fatal bisa dihindari.
Sebagai sarjana ekonomi yang dikenal pintar saya yakin dia menyadari hal itu. Sayangnya, dia terlalu 'berhitung' terhadap biaya yang harus dikeluarkan kalau pengobatan rutin dilakukan. Padahal secara finansial dia tidak punya masalah.
Mengapa uang begitu disayang ? Kerabat saya pasti punya alasan sendiri.
Biaya yang dikeluarkan untuk membayar dokter spesialis dan membeli obat memang lebih mahal ketimbang mengunjungi klinik alternatif, dan tentu saja mengurangi tabungan. Tapi jika terlambat, bukankah uang tak lagi berarti ?
Uang bisa membeli obat, tapi tidak bisa membeli kesehatan
uang bisa mendatangkan teman, tapi tidak bisa membeli persahabatan
uang bisa membeli makanan, tapi tidak bisa membeli selera makan
uang bisa membayar pelayanan, tapi tidak bisa membeli kesetiaan
uang bisa membuat hari-hari kita begitu indah, tapi tidak bisa membeli kebahagiaan.
Ah, pikiran saya melayang jauh. Kalau saja kerabat saya itu tak mencintai uang lebih daripada dirinya sendiri, kesehatannya mungkin tak akan tergadaikan begitu cepat dan begitu mudah. Mungkin, karena panjang-pendeknya umur, Tuhan juga yang menentukan.
***
Sabtu, 28 Juli 2012
Yuk, Belajar Mengatur Keuangan
Pengeluaran selalu lebih besar dari pendapatan ? Jangan buru-buru menyalahkan gaji, karena mungkin saja kesalahannya ada pada cara kita mengatur keuangan. Ada beberapa kebiasaan pintar yang bisa kita terapkan agar keuangan kita tidak lagi 'kedodoran'. Ini dia tips-nya...
Catat Pengeluaran
Hal pertama yang perlu dilakukan adalah membuat buku catatan, gunanya untuk mendeteksi kemana saja larinya uang kita. Mungkin kita merasa hanya mengeluarkan uang untuk barang-barang kecil yang harganya tidak seberapa. Tapi jika ditotal ternyata jumlahnya sangat besar. Nah, bila tidak tercatat, kita tidak akan pernah menyadari hal ini.
Buat Daftar Belanja
Sebenarnya ini tip yang sudah sering dianjurkan. Tapi kenyataannya hanya sedikit orang yang benar-benar mencatat daftar belanja dan mau mematuhinya. Padahal daftar belanja ini sangat membantu kita mengontrol pengeluaran.
Hindari Membawa Uang Tunai Berlebihan
Selama di dompet masih terlihat banyak uang, dorongan untuk menghabiskannya akan selalu ada. Sebaiknya jangan menyimpan uang terlalu banyak di dompet, biarkan saja tetap dalam tabungan. Jika tiba-tiba membutuhkan uang lebih untuk keperluan penting, tinggal tarik tunai dari ATM. Membawa uang sesuai kebutuhan adalah salah satu usaha kita mengontrol pengeluaran.
Kurangi Kebiasaan Makan Diluar
Banyak warga kota besar yang terbiasa kongkow dengan teman, saudara, atau rekan kerja di kafe dan mall. Memang mengasyikkan tapi juga membutuhkan biaya cukup besar. Boleh-boleh saja kegiatan ini dilakukan asal jangan keseringan. Bila ingin berkumpul dengan teman-teman, pilih saja salah satu rumah sebagai tempat pertemuan. Lebih hemat dan lebih bebas bercengkerama.
Bawa Bekal
Inilah salah satu langkah mudah untuk berhemat. Biasakan membawa makanan sendiri dari rumah. Selain sesuai dengan selera, yang lebih penting adalah kebersihannya terjamin.
Bijak Menggunakan Kartu Kredit
Banyak orang menganggap kartu kredit sebagai uang tambahan. Ini salah besar. Kita harus memperlakukan kartu kredit sebagai uang pinjaman yang harus segera dilunasi begitu tagihan datang. bila tidak dilunasi, sisa tagihannya akan kena bunga dan bunganya masuk ke tagihan kita bulan depannya. Jadi gunakan kartu kredit hanya jika wajib menggunakannya --mis; untuk beli tiket pesawat--, atau jika ada keuntungan lain yang ditawarkan. Pastikan kita melunasi tagihan perbulannya.
Manfaatkan Kupon Belanja
Di media cetak sering terdapat kupon-kupon belanja yang bisa digunting dan bisa dipakai belanja. Manfaatkanlah dengan cermat. Pastikan kupon itu kita pakai untuk membeli barang-barang yang memang diperlukan. Bukan sebaliknya, membeli barang hanya karena ada kuponnya tapi sebenarnya tidak butuh. Itu sama artinya dengan pemborosan.
Belanja Grosiran
Belanja dalam jumlah besar biasanya jatuhnya lebih murah. Tapi ingat, karena membeli dalam jumlah banyak, pastikan barang yang dibeli memang tahan lama misalnya sabun mandi, detergen, dsb.
Sisihkan Gaji Untuk Tabungan
Tabungan bukanlah sisa dari pendapatan. Setiap habis menerima gaji, usahakan langsung menyisihkan sebagian untuk ditabung. Jangan menunggu sampai akhir bulan, karena kemungkinan besar tidak akan ada sisa. Idealnya jumlah yang ditabung perbulan adalah 10% dari total pendapatan. Pisahkan rekening tabungan dengan rekening yang digunakan untuk biaya sehari-hari.
Batasi Cicilan
Batas aman cicilan yang bisa kita ambil adalah 30% dari total pendapatan. Pertimbangkan dengan cermat sebelum mengambil cicilan apapun. Jangan mudah tergiur dengan penawaran cicilan berbunga rendah, bahkan nol persen.
Belilah Barang Yang Memiliki Nilai
Saat pergi ke mall, kita mudah tergiur dengan aneka produk seperti baju, sepatu, tas. Apalagi kalau barang-barang itu sedang banting harga atau diskon. Merasa sayang dengan harga yang miring kitapun langsung tergoda untuk membeli, padahal barang-barang itu tidak kita butuhkan. Sebaiknya alokasikan uang untuk membeli sesuatu yang punya nilai, misalnya emas. Mungkin sekarang kitaa tidak membutuhkannya, tapi suatu saat nanti benda itu bisa dijual dan memberikan keuntungan yang lumayan.
***
(diolah dari berbagai sumber)
Catat Pengeluaran
Hal pertama yang perlu dilakukan adalah membuat buku catatan, gunanya untuk mendeteksi kemana saja larinya uang kita. Mungkin kita merasa hanya mengeluarkan uang untuk barang-barang kecil yang harganya tidak seberapa. Tapi jika ditotal ternyata jumlahnya sangat besar. Nah, bila tidak tercatat, kita tidak akan pernah menyadari hal ini.
Buat Daftar Belanja
Sebenarnya ini tip yang sudah sering dianjurkan. Tapi kenyataannya hanya sedikit orang yang benar-benar mencatat daftar belanja dan mau mematuhinya. Padahal daftar belanja ini sangat membantu kita mengontrol pengeluaran.
Hindari Membawa Uang Tunai Berlebihan
Selama di dompet masih terlihat banyak uang, dorongan untuk menghabiskannya akan selalu ada. Sebaiknya jangan menyimpan uang terlalu banyak di dompet, biarkan saja tetap dalam tabungan. Jika tiba-tiba membutuhkan uang lebih untuk keperluan penting, tinggal tarik tunai dari ATM. Membawa uang sesuai kebutuhan adalah salah satu usaha kita mengontrol pengeluaran.
Kurangi Kebiasaan Makan Diluar
Banyak warga kota besar yang terbiasa kongkow dengan teman, saudara, atau rekan kerja di kafe dan mall. Memang mengasyikkan tapi juga membutuhkan biaya cukup besar. Boleh-boleh saja kegiatan ini dilakukan asal jangan keseringan. Bila ingin berkumpul dengan teman-teman, pilih saja salah satu rumah sebagai tempat pertemuan. Lebih hemat dan lebih bebas bercengkerama.
Bawa Bekal
Inilah salah satu langkah mudah untuk berhemat. Biasakan membawa makanan sendiri dari rumah. Selain sesuai dengan selera, yang lebih penting adalah kebersihannya terjamin.
Bijak Menggunakan Kartu Kredit
Banyak orang menganggap kartu kredit sebagai uang tambahan. Ini salah besar. Kita harus memperlakukan kartu kredit sebagai uang pinjaman yang harus segera dilunasi begitu tagihan datang. bila tidak dilunasi, sisa tagihannya akan kena bunga dan bunganya masuk ke tagihan kita bulan depannya. Jadi gunakan kartu kredit hanya jika wajib menggunakannya --mis; untuk beli tiket pesawat--, atau jika ada keuntungan lain yang ditawarkan. Pastikan kita melunasi tagihan perbulannya.
Manfaatkan Kupon Belanja
Di media cetak sering terdapat kupon-kupon belanja yang bisa digunting dan bisa dipakai belanja. Manfaatkanlah dengan cermat. Pastikan kupon itu kita pakai untuk membeli barang-barang yang memang diperlukan. Bukan sebaliknya, membeli barang hanya karena ada kuponnya tapi sebenarnya tidak butuh. Itu sama artinya dengan pemborosan.
Belanja Grosiran
Belanja dalam jumlah besar biasanya jatuhnya lebih murah. Tapi ingat, karena membeli dalam jumlah banyak, pastikan barang yang dibeli memang tahan lama misalnya sabun mandi, detergen, dsb.
Sisihkan Gaji Untuk Tabungan
Tabungan bukanlah sisa dari pendapatan. Setiap habis menerima gaji, usahakan langsung menyisihkan sebagian untuk ditabung. Jangan menunggu sampai akhir bulan, karena kemungkinan besar tidak akan ada sisa. Idealnya jumlah yang ditabung perbulan adalah 10% dari total pendapatan. Pisahkan rekening tabungan dengan rekening yang digunakan untuk biaya sehari-hari.
Batasi Cicilan
Batas aman cicilan yang bisa kita ambil adalah 30% dari total pendapatan. Pertimbangkan dengan cermat sebelum mengambil cicilan apapun. Jangan mudah tergiur dengan penawaran cicilan berbunga rendah, bahkan nol persen.
Belilah Barang Yang Memiliki Nilai
Saat pergi ke mall, kita mudah tergiur dengan aneka produk seperti baju, sepatu, tas. Apalagi kalau barang-barang itu sedang banting harga atau diskon. Merasa sayang dengan harga yang miring kitapun langsung tergoda untuk membeli, padahal barang-barang itu tidak kita butuhkan. Sebaiknya alokasikan uang untuk membeli sesuatu yang punya nilai, misalnya emas. Mungkin sekarang kitaa tidak membutuhkannya, tapi suatu saat nanti benda itu bisa dijual dan memberikan keuntungan yang lumayan.
***
(diolah dari berbagai sumber)
Senin, 23 Juli 2012
Pentingnya Bilang, " I Love You..."
Usia perkawinan yang sudah matang sering membuat suami istri lupa atau malas mengungkapkan cinta pada pasangan. Padahal inilah salah satu kunci keharmonisan keluarga.
Saat masih pacaran, banyak pasangan yang rajin mengobral kata-kata manis. Kata-kata penuh cinta itu kerap dilontarkan baik secara langsung maupun lewat telepon atau alat komunikasi lain. Sayangnya, seiring bertambahnya usia pernikahan semakin jarang pula ungkapan kemesraan ditunjukkan pada pasangan. Alasannya macam-macam; sibuk dengan urusan rumah dan anak-anak, sibuk dengan pekerjaan kantor, dan banyak lagi alasan lainnya.
Banyak pasangan, setelah menikah, tidak lagi menganggap penting ungkapan cinta. Menurut mereka, yang penting kita dan pasangan saling mencintai dan masing-masing tahu itu. Bergandengan tangan lebih cocok dilakukan oleh pasangan yang baru menikah atau berpacaran. --weee..kata siapa. Sampai detik ini aku masih suka menggelendot di lengan MD kalau sedang jalan berdua :)--
Menurut psikolog, ungkapan cinta sangat diperlukan untuk menjaga keharmonisan hubungan dengan pasangan. Ungkapan tersebut juga merupakan cara konkret memupuk jalinan kasih antara suami dan istri. Namun bukan berarti anda harus melontarkan kalimat romantis tanpa diiringi dengan tingkah laku.
Ungkapan cinta yang dimaksud bukan hanya kata-kata, tapi yang lebih penting adalah tindakan nyata. Intinya kita berusaha menunjukkan cinta lewat perilaku, yang akan berdampak positif bagi kelangsungan hubungan, dan pada pasangan secara individu. Karena pada dasarnya setiap orang senang dan bahagia bila di puji dan diberi perhatian.
Ungkapan cinta, ternyata, ampuh juga untuk mengurangi stres. Pasangan akan menjadi lebih rileks dan bahagia. Jika stres berkurang dan badan rileks tentu kesehatan jadi lebih baik.
Ternyata juga, usia pernikahan yang matang tidak menjamin kelanggengan rumah tangga. Godaan dalam berbagai bentuk bisa datang kapan saja. Dalam hidup, manusia berinteraksi terus menerus. Kalau tahun kemarin temannya hanya 50 orang, tahun ini meningkat jadi 150 orang. Dari sekian banyak interaksi, pasti ada saja godaan yang akan menguji kita dan pasangan. Karena itu suami dan istri perlu terus mencari cara memupuk hubungan. Salah satunya dengan memberikan ungkapan cinta.
Mengungkapkan cinta bukan berarti harus melontarkan kalimat sayang berkali-kali dalam sehari, atau membelikan hadiah-hadiah mahal sebagai bentuk perhatian. Ritual-ritual sederhana sebenarnya sudah cukup menunjukkan betapa cinta kita pada pasangan tidak berubah. Misalnya; mencium tangan, memuji penampilan saat suami hendak berangkat bekerja, mengucapkan terima kasih saat dibantu mengambilkan sesuatu di dapur, dan sebagainya.
Kendati teknologi sudah semakin canggih, sebaiknya ungkapan perasaan tetap disampaikan secara langsung. Efeknya pasti akan lebih terasa dan mengena.
Selain itu pintar-pintar jugalah melihat situasi. Hindari mengungkapkan cinta yang romantis saat suami dalam keadaan sibuk. Hal ini justru akan membuat pikirannya tidak fokus.
Nah, mulai sekarang jangan sungkan lagi mengungkapkan cinta pada pasangan ya... Ritual cinta yang dilakukan dengan tulus dan penuh cinta bisa menumbuhkan keluarga harmonis dan bahagia. Semoga...
***
Thanks to; Ibu Aswini Widjaya - ADR Advisori
Saat masih pacaran, banyak pasangan yang rajin mengobral kata-kata manis. Kata-kata penuh cinta itu kerap dilontarkan baik secara langsung maupun lewat telepon atau alat komunikasi lain. Sayangnya, seiring bertambahnya usia pernikahan semakin jarang pula ungkapan kemesraan ditunjukkan pada pasangan. Alasannya macam-macam; sibuk dengan urusan rumah dan anak-anak, sibuk dengan pekerjaan kantor, dan banyak lagi alasan lainnya.
Banyak pasangan, setelah menikah, tidak lagi menganggap penting ungkapan cinta. Menurut mereka, yang penting kita dan pasangan saling mencintai dan masing-masing tahu itu. Bergandengan tangan lebih cocok dilakukan oleh pasangan yang baru menikah atau berpacaran. --weee..kata siapa. Sampai detik ini aku masih suka menggelendot di lengan MD kalau sedang jalan berdua :)--
Menurut psikolog, ungkapan cinta sangat diperlukan untuk menjaga keharmonisan hubungan dengan pasangan. Ungkapan tersebut juga merupakan cara konkret memupuk jalinan kasih antara suami dan istri. Namun bukan berarti anda harus melontarkan kalimat romantis tanpa diiringi dengan tingkah laku.
Ungkapan cinta yang dimaksud bukan hanya kata-kata, tapi yang lebih penting adalah tindakan nyata. Intinya kita berusaha menunjukkan cinta lewat perilaku, yang akan berdampak positif bagi kelangsungan hubungan, dan pada pasangan secara individu. Karena pada dasarnya setiap orang senang dan bahagia bila di puji dan diberi perhatian.
Ungkapan cinta, ternyata, ampuh juga untuk mengurangi stres. Pasangan akan menjadi lebih rileks dan bahagia. Jika stres berkurang dan badan rileks tentu kesehatan jadi lebih baik.
Ternyata juga, usia pernikahan yang matang tidak menjamin kelanggengan rumah tangga. Godaan dalam berbagai bentuk bisa datang kapan saja. Dalam hidup, manusia berinteraksi terus menerus. Kalau tahun kemarin temannya hanya 50 orang, tahun ini meningkat jadi 150 orang. Dari sekian banyak interaksi, pasti ada saja godaan yang akan menguji kita dan pasangan. Karena itu suami dan istri perlu terus mencari cara memupuk hubungan. Salah satunya dengan memberikan ungkapan cinta.
Mengungkapkan cinta bukan berarti harus melontarkan kalimat sayang berkali-kali dalam sehari, atau membelikan hadiah-hadiah mahal sebagai bentuk perhatian. Ritual-ritual sederhana sebenarnya sudah cukup menunjukkan betapa cinta kita pada pasangan tidak berubah. Misalnya; mencium tangan, memuji penampilan saat suami hendak berangkat bekerja, mengucapkan terima kasih saat dibantu mengambilkan sesuatu di dapur, dan sebagainya.
Kendati teknologi sudah semakin canggih, sebaiknya ungkapan perasaan tetap disampaikan secara langsung. Efeknya pasti akan lebih terasa dan mengena.
Selain itu pintar-pintar jugalah melihat situasi. Hindari mengungkapkan cinta yang romantis saat suami dalam keadaan sibuk. Hal ini justru akan membuat pikirannya tidak fokus.
Nah, mulai sekarang jangan sungkan lagi mengungkapkan cinta pada pasangan ya... Ritual cinta yang dilakukan dengan tulus dan penuh cinta bisa menumbuhkan keluarga harmonis dan bahagia. Semoga...
***
Thanks to; Ibu Aswini Widjaya - ADR Advisori
Sabtu, 21 Juli 2012
Asah Dulu Kapaknya !
Seorang penebang pohon tertunduk lunglai. Ia ingin mengundurkan diri karena malu, tak mampu menebang pohon lebih banyak lagi walaupun sudah bekerja lebih keras dan lebih lama.
Pimpinannya (?) bertanya, "Kapan terakhir kali kau asah kapakmu ?"
"Mana sempat, Pak. Saya bekerja keras sampai larut malam agar hasilnya lebih banyak," tukas si penebang sedih.
Pimpinan menepuk pundaknya, "Ya, itulah penyebabnya, kau lupa mengasah kapakmu. Kau sulit menebang pohon dengan kapak tumpul, bukan ?"
---
Tarik Nafas Dalam
Rasakan ada energi putih, energi terang masuk ke dalam tubuh. Lalu, tahan nafas beberapa saat, biarkan energi bersih itu membersihkan apa yang perlu dibersihkan. Menerangkan apa yang perlu diterangkan, dan memutihkan apa yang perlu diputihkan.
Kemudian barulah hembuskan nafas sebanyak mungkin,biarkan kotoran gelap dan hitam keluar dari tubuh kita. Lakukan tiga sampai tujuh kali saja, dan rasakan kenyamanan dalam diri anda.
Tehnik ini sangat sederhana. Layaknya sebuah baterei, tentu tubuh kita perlu di-charge agar bisa digunakan kembali. Tidur agar segar. Makan agar bertenaga. Berdiam agar jernih. Tujuannya agar kita bisa melanjutkan perjalanan yang mungkin masih jauh. Karena sulit bagi kita untuk I love you full bila energi kita tidak full, bukan ?
Dimanakah Aku Saat Ini ?
Marilah terbang sejenak keatas, terbanglah melayang lebih tinggi. Lihatlah diri anda saat ini.
Apakah anda sudah berjalan di jalan yang mengarah pada cita-cita yang ingin diwujudkan ?
Apakah anda berada di persimpangan jalan ?
Bingung memilih ?
Apakah anda berada di jalan yang mungkin bukan jalan yang dipilih ?
Apakah anda sendiri tidak tahu ini jalan apa ?
Dimanakah aku saat ini ?
Tidak perlu terburu-buru menilai apalagi menyimpulkan, bahwa kita salah jalan atau sudah dijalan yang benar. Ambillah jeda sejenak, bernafaslah lebih perlahan, minumlah teh pahit yang tersedia. Minumlah agar perut ini hangat. Lalu, pejamkan mata untuk menghayati pertanyaan berikut...
Kemana Aku Akan Pergi ?
Sulit kita menilai bahwa jalan kita salah, kalau kita tidak tahu sebenarnya kita mau kemana. Mana mungkin kita tersesat kalau kita tahu jalan. Kita tahu kalau kita salah arah, kalau kita tahu jalan. Kita tahu kalau salah, kalau kita punya peta tujuan yang ingin kita capai.
Terakhir; mau kemana kita ini, kalau hari ini adalah hari terakhir kita ?
Apakah kita mau dikenang sebagai seorang yang kalah ?
Apakah kita mau dikenang sebagai seorang pecundang ?
Apakah kita mau dikenang sebagai seorang yang hanya menyusahkan orang lain ?
Atau, apakah kita ingin dikenang sebagai seorang yang berguna ?
Sebagai seorang yang berhikmah ?
Seorang pemenang ?
Seorang yang meninggalkan belang indah, gading kuat, karya indah ?
Seseorang dengan talenta yang tidak tersia-siakan ?...
Ah, serahkan jawabannya ke dalam diri masing-masing. Serahkan saja nafas ini pada Dia, sang pemilik senyum ini.
Serahkan saja nafas ini, agar kita bisa terus berkarya. Agar kita terus kuat melangkah, agar kita terus mampu mendaki, agar kita terus bisa terbang tinggi dan jauh, setinggi dan sejauh yang bisa kita yakini...
God, I love you full..
---
Seseorang yang tidak meresikokan apa-apa;
tidak akan mengerjakan apa-apa,
tidak memiliki apa-apa,
bukan siapa-siapa,
dan tidak akan menjadi siapa-siapa.... [Leo F. Buscaglia]
***
(special thanks to; Bpk Krishnamurti)
Pimpinannya (?) bertanya, "Kapan terakhir kali kau asah kapakmu ?"
"Mana sempat, Pak. Saya bekerja keras sampai larut malam agar hasilnya lebih banyak," tukas si penebang sedih.
Pimpinan menepuk pundaknya, "Ya, itulah penyebabnya, kau lupa mengasah kapakmu. Kau sulit menebang pohon dengan kapak tumpul, bukan ?"
---
Tarik Nafas Dalam
Rasakan ada energi putih, energi terang masuk ke dalam tubuh. Lalu, tahan nafas beberapa saat, biarkan energi bersih itu membersihkan apa yang perlu dibersihkan. Menerangkan apa yang perlu diterangkan, dan memutihkan apa yang perlu diputihkan.
Kemudian barulah hembuskan nafas sebanyak mungkin,biarkan kotoran gelap dan hitam keluar dari tubuh kita. Lakukan tiga sampai tujuh kali saja, dan rasakan kenyamanan dalam diri anda.
Tehnik ini sangat sederhana. Layaknya sebuah baterei, tentu tubuh kita perlu di-charge agar bisa digunakan kembali. Tidur agar segar. Makan agar bertenaga. Berdiam agar jernih. Tujuannya agar kita bisa melanjutkan perjalanan yang mungkin masih jauh. Karena sulit bagi kita untuk I love you full bila energi kita tidak full, bukan ?
Dimanakah Aku Saat Ini ?
Marilah terbang sejenak keatas, terbanglah melayang lebih tinggi. Lihatlah diri anda saat ini.
Apakah anda sudah berjalan di jalan yang mengarah pada cita-cita yang ingin diwujudkan ?
Apakah anda berada di persimpangan jalan ?
Bingung memilih ?
Apakah anda berada di jalan yang mungkin bukan jalan yang dipilih ?
Apakah anda sendiri tidak tahu ini jalan apa ?
Dimanakah aku saat ini ?
Tidak perlu terburu-buru menilai apalagi menyimpulkan, bahwa kita salah jalan atau sudah dijalan yang benar. Ambillah jeda sejenak, bernafaslah lebih perlahan, minumlah teh pahit yang tersedia. Minumlah agar perut ini hangat. Lalu, pejamkan mata untuk menghayati pertanyaan berikut...
Kemana Aku Akan Pergi ?
Sulit kita menilai bahwa jalan kita salah, kalau kita tidak tahu sebenarnya kita mau kemana. Mana mungkin kita tersesat kalau kita tahu jalan. Kita tahu kalau kita salah arah, kalau kita tahu jalan. Kita tahu kalau salah, kalau kita punya peta tujuan yang ingin kita capai.
Terakhir; mau kemana kita ini, kalau hari ini adalah hari terakhir kita ?
Apakah kita mau dikenang sebagai seorang yang kalah ?
Apakah kita mau dikenang sebagai seorang pecundang ?
Apakah kita mau dikenang sebagai seorang yang hanya menyusahkan orang lain ?
Atau, apakah kita ingin dikenang sebagai seorang yang berguna ?
Sebagai seorang yang berhikmah ?
Seorang pemenang ?
Seorang yang meninggalkan belang indah, gading kuat, karya indah ?
Seseorang dengan talenta yang tidak tersia-siakan ?...
Ah, serahkan jawabannya ke dalam diri masing-masing. Serahkan saja nafas ini pada Dia, sang pemilik senyum ini.
Serahkan saja nafas ini, agar kita bisa terus berkarya. Agar kita terus kuat melangkah, agar kita terus mampu mendaki, agar kita terus bisa terbang tinggi dan jauh, setinggi dan sejauh yang bisa kita yakini...
God, I love you full..
---
Seseorang yang tidak meresikokan apa-apa;
tidak akan mengerjakan apa-apa,
tidak memiliki apa-apa,
bukan siapa-siapa,
dan tidak akan menjadi siapa-siapa.... [Leo F. Buscaglia]
***
(special thanks to; Bpk Krishnamurti)
Selasa, 17 Juli 2012
Nasib Tragis si Narcissus
Dalam mitologi Yunani, tersebutlah kisah tentang Narcissus, anak dari Dewa Sungai Cephissus dan Peri Liriope. Sebagai anak dewa dan peri, tak heran kalau Narcissus ganteng banget...hehehe... Banyak gadis yang tergila-gila padanya.
Salah satu cewek yang naksir berat adalah Echo. Gadis yang sangat cantik ini bahkan rela menguntit kemanapun Narcissus pergi. Ketika akhirnya Echo nekat menembak Narcissus, ternyata yang didapatnya hanyalah penolakan.
Cinta bertepuk sebelah tangan. Dengan perasaan sedih dan hati hancur, Echo akhirnya pergi ke gunung dan menghilang. Sekilas info, dari sinilah muncul istilah suara echo.
Melihat nasib Echo, Dewi Nemesis ikut sedih. Ia lalu mengutuk Narcissus menjadi seseorang yang jatuh cinta pada dirinya sendiri.
Saat Narcissus melintas di Sungai Styx, ia melihat bayangan wajahnya sendiri di atas air. Ia jatuh cinta dan terus memandangi bayangan wajahnya yang memantul di air sungai. Ketika nekat hendak mencium bayangannya sendiri, Narcissus jatuh ke sungai dan mati.
Dewa-dewa yang menemukan mayatnya , menjadikannya bunga narcissus. Dari sinilah kata narsisisme berasal.
***
[darisebuahsitus]
Senin, 16 Juli 2012
Nyala Api Cinta Mengalahkan Segalanya
Suatu hari Kapak, Gergaji, Palu, dan Nyala Api mengadakan perjalanan bersama-sama. Di tengah gurun perjalanan mereka terhenti karena terhalang besi Baja yang melintang di tengah jalan. Berbekal kekuatan masing-masing, mereka berusaha menyingkirkan Baja itu.
"Minggir ! Biar aku yang singkirkan," kata Kapak. Baja tersebut lantas dihantamnya bertubi-tubi. Namun karena terlalu keras dan kuat, akhirnya mata kapak malah tumpul. Kapak menyerah.
"Kalau begitu biar aku saja yang urus," giliran Gergaji unjuk gigi. Dengan penuh percaya diri Gergaji mengerahkan seluruh kekuatan gigi-giginya untuk mengalahkan Baja. Hasilnya sama saja. Gigi gergaji rontok semua.
"Apa kubilang !" kata Palu. "Kalian tidak bisa melakukan hal ini. Akan kutunjukkan caranya." Namun apa yang terjadi? Baru sekali ia memukul, kepalanya terpental sendiri dan benjol. sedangkan Baja tetap tak berubah.
Sementara itu, Nyala Api yang sedari tadi diam saja mendengarkan pertengkaran teman-temannya kini angkat bicara. "Boleh aku mencoba membantu kalian ?"
Tanpa menunggu lagi ia segera melingkarkan diri dan memeluk dengan lembut si Baja penghalang tadi. Ia mendekap erat-erat Baja itu seolah tak ingin melepaskannya. Akhirnya Baja yang keras itupun meleleh dan cair.
Ada banyak hati yang cukup keras untuk melawan kemurkaan dan kemarahan.
Tapi jarang ada hati yang sanggup melawan nyala api cinta kasih yang hangat dan lembut.
***
[bigthankstoDJS]
Jumat, 13 Juli 2012
Janji Pemabuk
Alkisah, seorang pemabuk berjalan sempoyongan pulang ke rumah di malam hari. Di tengah jalan ia di cegat oleh dua orang perampok.
"Serahkan semua uangmu !", kata salah satu dari perampok itu. Si pemabuk meraba-raba kantong bajunya untuk mencari sisa-sisa uang yang barangkali masih ada. Dengan setengah sadar ia ingat bahwa ia masih punya sedikit uang. Tapi ia heran karena tangannya tak menemukan apa-apa.
"Kalau kau tidak menyerahkan uangmu, kau akan kami bunuh !", perampok kedua mengancam sambil menempelkan ujung pisaunya ke leher si pemabuk. Dengan gemetar si pemabuk menjawab, "Beri aku waktu sebentar". Perampok itu menarik kembali pisaunya.
Si pemabuk lalu berlutut di tanah, kedua telapak tangannya menengadah ke langit. Ia berdo'a dalam hati, "Tuhan, tolonglah aku. Jika Engkau selamatkan aku dari para perampok ini, aku berjanji tidak akan mabuk-mabukan lagi".
Begitu selesai berdo'a si pemabuk merasa ada sesuatu yang jatuh dari dalam bajunya. Ternyata sekeping uang perak. Menyadari bahwa ia sudah mendapatkan apa yang ia butuhkan, ia segera melanjutkan, "Tuhan, lupakan do'aku..."
---
Ini hanya sebuah anekdot. Mungkin kita sering menjumpainya dalam versi yang berbeda. Anekdot ini menyindir perilaku kita lewat kelakuan si pemabuk.
Pemabuk itu menganggap uang yang jatuh dari dalam bajunya bukan pemberian Tuhan atas do'anya, sehingga ia punya alasan untuk tetap mabuk-mabukan lagi.
Ini persis seperti kelakuan kita.
Kita begitu mudah berjanji, seringkali atas nama Tuhan, dan begitu mudah pula melupakannya. Saat dilantik memegang jabatan atau profesi kita bersumpah, saat menikah pun kita berjanji. Waktu berbisnis dengan orang lain kita juga berjanji.
Tapi betapa mudah kita melanggar janji yang sudah kita sepakati itu. Lebih buruk lagi, kita tidak pernah mau mengakui bahwa kita sudah melanggar janji.
Kita menganggap gaji yang kita terima atau kesetiaan pasangan itu sebagai uang koin yang jatuh begitu saja dari baju kita.
***
[copastdarisitus terkenal]
Kamis, 05 Juli 2012
Mengakrabkan Suami dan Keluarga Besar
Setelah menikah, mau tidak mau suami menjadi bagian dari keluarga besar istri. Tidak jarang persoalan muncul karena perbedaan kedua belah pihak. Bagaimana seharusnya seorang istri menghadapi situasi ini ?
---
Pernahkah anda mengalami suami anda kurang diterima keberadaannya di keluarga besar ? Wujud ketidak sukaan mereka bisa bermacam-macam.Mulai dari menghalang-halangi anda menikah dengannya hingga mengucilkannya dan tidak menganggap keberadaannya di keluarga besar. Anda pun sering jadi sasaran protes dan keluhan mereka. Sedangkan suami sering murung karena perlakuan mereka.
Situasi ini sering membuat istri jadi serba salah. Di satu sisi anda adalah pendamping suani, di sisi lain anda adalah anggota keluarga besar.Dilema yang sering muncul pada diri istri adalah; 'aku harus membela siapa ?'
---
Seorang istri perlu memberikan dukungan pada suami bila menghadapi situasi demikian. Ceritakan hal yang baik dari keluarga pada suami. Begitu juga sebaliknya, ceritakan kebaikan suami pada keluarga besar. Jangan justru berpihak dan memanas-manasi, apalagi mengadu domba dengan bersikap plin-plan.
Sampaikan hanya informasi yang bersifat positif, namun bukan berarti anda menutupi kesalahan kedua belah pihak. Berusahalah melihat sebuah persoalan secara obyektif.
Alasan Ketidaksukaan
Hal-hal apa saja yang membuat suami kurang disukai di keluarga besar ?
Begini, rasa suka dan tidak suka dapat berasal dari pandangan pribadi dan bisa juga bersumber dari perilaku. Keluarga yang kurang bijak seringkali menilai seseorang dari kekurangan yang ia miliki. Biasanya kekurangan itu berkaitan dengan status sosial ekonomi, kondisi fisik (kecantikan atau ketampanan), latar belakang pendidikan, dan lain-lain.
Banyak faktor mengapa suami kurang disukai di keluarga besar. Berdasarkan kemunculannya bisa di bagi menjadi masa sebelum menikah dan masa sesudah menikah.
# masa sebelum menikah
Biasanya keluarga memiliki kriteria pasangan tertentu yang sesuai dengan adat istiadat, suku, ras, dan agama mereka. Faktor ini masih cukup berpengaruh dan dianggap sebagai hal mendasar.
Faktor lain adalah soal kepribadian pasangan yang tidak sesuai dengan kepribadian keluarga besar. Misalnya keluarga besar istri sangat menjunjung tinggi disiplin dan ketepatan waktu. Suami bertipikal suka ngaret tentu saja sangat tidak disukai.
#masa setelah pernikahan
Hal yang bisa membuat keluarga besar tidak suka adalah kebiasaan-kebiasaan seperti cara yang berbeda dalam menghadapi masalah. Lalu aspek kepribadian yang tidak menyenangkan, seperti perilaku sok tahu, suka ikut campur, tidak peduli, posesif, dan lain-lain.
Faktor penghasilan suami yang lebih rendah dari istri juga bisa menimbulkan masalah, terutama bila keluarga besar masih berpandangan bahwa suami adalah pencari nafkah utama.
Bijak & Tidak Berpihak
Haruskah istri memberitahu suami tentang ketidaksukaan keluarga besar padanya ?
Idealnya, seorang istri harus bisa menyaring informasi yang akan disampaikan pada suami. Sampaikan hanya informasi yang berdampak positif dan membangun kepribadian pasangan. Bukan justru yang membuat ia terpojok, dipermalukan, atau bahkan menimbulkan kebenciannya pada keluarga besar.
Adalah tugas istri untuk mensosialisasikan norma-norma yang ada di keluarga besar sehingga suami bisa memahami dan menerapkannya. Jika punya pandangan dan sikap positif terhadap keluarga, serta mengikuti aturan dan norma keluarga, ia pasti bisa diterima. Tidak ada alasan lagi bagi keluarga besar untuk membenci dirinya.
Yang terpenting adalah ini;
Kunci keharmonisan hubungan keluarga besar dengan suami terletak pada peran istri, sebagai jembatan penghubung kedua belah pihak. Caranya ? kedua belah pihak harus sering berinteraksi, agar semakin dekat dan semakin sayang. Hadirilah acara-acara di keluarga besar seperti arisan keluarga, pesta pernikahan, tamasya bersama atau menjenguk keluarga yang sakit.
Selain itu, istri harus mendukung suami berperilaku wajar, sopan, dan, menghargai orang lain. Begitu pula dengan keluarga besar. Berilah mereka pengertian tentang kondisi suami. Selalu ingatkan mereka bahwa suami juga punya sisi positif yang patut diperhitungkan.
Memang ini bukan pekerjaan mudah, tapi bayangkan hasilnya bila semua pihak bisa saling menerima dan memahami. Keharmonisan keluarga besar akan tercipta, dan istri tidak perlu menghadapi dilema lagi.
***
[dariberbagaisumberterpercaya]
Langganan:
Komentar (Atom)