Suatu hari Kapak, Gergaji, Palu, dan Nyala Api mengadakan perjalanan bersama-sama. Di tengah gurun perjalanan mereka terhenti karena terhalang besi Baja yang melintang di tengah jalan. Berbekal kekuatan masing-masing, mereka berusaha menyingkirkan Baja itu.
"Minggir ! Biar aku yang singkirkan," kata Kapak. Baja tersebut lantas dihantamnya bertubi-tubi. Namun karena terlalu keras dan kuat, akhirnya mata kapak malah tumpul. Kapak menyerah.
"Kalau begitu biar aku saja yang urus," giliran Gergaji unjuk gigi. Dengan penuh percaya diri Gergaji mengerahkan seluruh kekuatan gigi-giginya untuk mengalahkan Baja. Hasilnya sama saja. Gigi gergaji rontok semua.
"Apa kubilang !" kata Palu. "Kalian tidak bisa melakukan hal ini. Akan kutunjukkan caranya." Namun apa yang terjadi? Baru sekali ia memukul, kepalanya terpental sendiri dan benjol. sedangkan Baja tetap tak berubah.
Sementara itu, Nyala Api yang sedari tadi diam saja mendengarkan pertengkaran teman-temannya kini angkat bicara. "Boleh aku mencoba membantu kalian ?"
Tanpa menunggu lagi ia segera melingkarkan diri dan memeluk dengan lembut si Baja penghalang tadi. Ia mendekap erat-erat Baja itu seolah tak ingin melepaskannya. Akhirnya Baja yang keras itupun meleleh dan cair.
Ada banyak hati yang cukup keras untuk melawan kemurkaan dan kemarahan.
Tapi jarang ada hati yang sanggup melawan nyala api cinta kasih yang hangat dan lembut.
***
[bigthankstoDJS]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar