Sabtu, 21 Juli 2012

Asah Dulu Kapaknya !

Seorang penebang pohon tertunduk lunglai. Ia ingin mengundurkan diri karena malu, tak mampu menebang pohon lebih banyak lagi walaupun sudah bekerja lebih keras dan lebih lama.

Pimpinannya (?) bertanya, "Kapan terakhir kali kau asah kapakmu ?"
"Mana sempat, Pak. Saya bekerja keras sampai larut malam agar hasilnya lebih banyak," tukas si penebang sedih.

Pimpinan menepuk pundaknya, "Ya, itulah penyebabnya, kau lupa mengasah kapakmu. Kau sulit menebang pohon dengan kapak tumpul, bukan ?"

---

Tarik Nafas Dalam

Rasakan ada energi putih, energi terang masuk ke dalam tubuh. Lalu, tahan nafas beberapa saat, biarkan energi bersih itu membersihkan apa yang perlu dibersihkan. Menerangkan apa yang perlu diterangkan, dan memutihkan apa yang perlu diputihkan.

Kemudian barulah hembuskan nafas sebanyak mungkin,biarkan kotoran gelap dan hitam keluar dari tubuh kita. Lakukan tiga sampai tujuh kali saja, dan rasakan kenyamanan dalam diri anda.

Tehnik ini sangat sederhana. Layaknya sebuah baterei, tentu tubuh kita perlu di-charge agar bisa digunakan kembali. Tidur agar segar. Makan agar bertenaga. Berdiam agar jernih. Tujuannya agar kita bisa melanjutkan perjalanan yang mungkin masih jauh. Karena sulit bagi kita untuk I love you full bila energi kita tidak full, bukan ?

Dimanakah Aku Saat Ini ?

Marilah terbang sejenak keatas, terbanglah melayang lebih tinggi. Lihatlah diri anda saat ini.
Apakah anda sudah berjalan di jalan yang mengarah pada cita-cita yang ingin diwujudkan ?
Apakah anda berada di persimpangan jalan ?
Bingung memilih ?
Apakah anda berada di jalan yang mungkin bukan jalan yang dipilih ?
Apakah anda sendiri tidak tahu ini jalan apa ?
Dimanakah aku saat ini ?

Tidak perlu terburu-buru menilai apalagi menyimpulkan, bahwa kita salah jalan atau sudah dijalan yang benar. Ambillah jeda sejenak, bernafaslah lebih perlahan, minumlah teh pahit yang tersedia. Minumlah agar perut ini hangat. Lalu, pejamkan mata untuk menghayati pertanyaan berikut...

Kemana Aku Akan Pergi ?

Sulit kita menilai bahwa jalan kita salah, kalau kita tidak tahu sebenarnya kita mau kemana. Mana mungkin kita tersesat kalau kita tahu jalan. Kita tahu kalau kita salah arah, kalau kita tahu jalan. Kita tahu kalau salah, kalau kita punya peta tujuan yang ingin kita capai.

Terakhir; mau kemana kita ini, kalau hari ini adalah hari terakhir kita ?

Apakah kita mau dikenang sebagai seorang yang kalah ?
Apakah kita mau dikenang sebagai seorang pecundang ?
Apakah kita mau dikenang sebagai seorang yang hanya menyusahkan orang lain ?
Atau, apakah kita ingin dikenang sebagai seorang yang berguna ?
Sebagai seorang yang berhikmah ?
Seorang pemenang ?
Seorang yang meninggalkan belang indah, gading kuat, karya indah ?
Seseorang dengan talenta yang tidak tersia-siakan ?...

Ah, serahkan jawabannya ke dalam diri masing-masing. Serahkan saja nafas ini pada Dia, sang pemilik senyum ini.

Serahkan saja nafas ini, agar kita bisa terus berkarya. Agar kita terus kuat melangkah, agar kita terus mampu mendaki, agar kita terus bisa terbang tinggi dan jauh, setinggi dan sejauh yang bisa kita yakini...  

God, I love you full..

---

Seseorang yang tidak meresikokan apa-apa; 
tidak akan mengerjakan apa-apa,
tidak memiliki apa-apa,
bukan siapa-siapa,
dan tidak akan menjadi siapa-siapa.... [Leo F. Buscaglia]

***

(special thanks to; Bpk Krishnamurti)

Tidak ada komentar: